Seperti Ini Cerita Kuil Pemuja Payudara di Jepang

Kudoyama – Tak sulit menemukan kuil saat traveling ke Jepang. Ada satu kuil yang punya cerita menarik di sana, kuil yang menjadi tempat pemujaan payudara.

Seperti dilansir CNN Travel, Rabu (5/10) kuil itu bernama Jison-In. Lokasinya di Kota Kudoyama, Prefektur Wakayama. Dari kota besar Kyoto, butuh perjalanan 2 jam naik kereta untuk tiba di sana.

Bacaan Lainnya

Begitu masuk Kuil Jison-In, traveler akan dibuat geleng-geleng kepala. Lihatlah di perkarangan kuilnya, banyak pernak-pernik, pajangan dan dekorasi yang menggambarkan payudara wanita. Baik menggantung di pintu, dinding atau di pohon. Ukurannya pun beragam.

Tunggu, jangan berpikir negatif dulu. Kepala Kuil Jison-In, Annan menjelaskan tentang cerita kuilnya. Pada tahun 2015 lalu, seorang dokter datang berdoa ke kuilnya. Dia berdoa agar pasian wanitanya yang terkena kanker payudara bisa sembuh.

Bahkan sang dokter meminta petugas kuil untuk memasang pajangan payudara di kuilnya, agar doanya bisa terkabul. Lantas dari situ, cerita menyebar dan mulai banyak orang-orang yang menaruh berbagai pajangan atau pernak-pernik di kuilnya.

Bagi Annan, itu tidak jadi masalah. Itu adalah doa dan harapan orang-orang.

“Payudara adalah salah satu simbol kelahiran manusia. Semua orang di sini berdoa agar diberi kehamilan yang lancar, mendapat perlindungan dari kanker dan sang ibu memiliki ASI yang sehat,” terangnya.

Walau banyak pajangan payudara di kuilnya, hal tersebut tidak menganggu para jamaah yang beribadah. Malah mereka akan mendoakan agar para wanita terus diberi kesehatan dan keselamatan. (mb/detik)

Pos terkait