Musim Hujan, Kota Batam Dikepung Banjir

Metrobatam.com, Batam – Sejumlah kawasan di kota Batam, Kepulauan Riau, terendam banjir saat hujan deras mengguyur Minggu (20/11)

Banjir terparah terjadi di kawasan Simpang Kampungair, belakang Perumahan Dutamas, Batam Centre.

Read More

Dari arah Simpang Sincom (karena terletak di dekat pabrik Panasonic Sincom) hingga Simpang Kampungair di belakang Perumahan Dutamas, air terlihat menutupi parit dan badan jalan

Bahkan, hampir seluruh wilayah Kota Batam dikepung banjir, seperti di wilayah Kecamatan Batuaji, Seibeduk, Sagulung, Seibeduk, Batamkota, dan Sekupang. Penyebabnya, umumnya karena saluran air atau drainase tidak berfungsi normal.

Di Batuaji, titik banjir terjadi di Jalan Brigjen Katamso atau persisnya di depan PT Nippon, Tanjunguncang, Simpang Basecamp, dan sepanjang jalan di Marina City.

Banjir di lokasi-lokasi tersebut cukup besar dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewas, sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Bahkan, banyak pengandara yang terjebak karena mogok saat menerobos banjir.

Kondisi yang sama juga terlihat di sepanjang Jalan R Suprpato Batuaji dan Sagulung. Lokasi-lokasi yang selama ini rawan banjir kembali merepotkan pengguna jalan, sebab banjir kembali menggenangi badan jalan seperti di depan Perumahan Buana Raya dan Merapi Subur.

Banjir yang cukup parah juga terlihat di Jalan R Parman, Seibeduk. Mulai pintu satu Bidaayu hingga ke Simpang Kampung Bagan banjir menggenangi hampir seluruh badan jalan.

Banjir yang mencapai selutut orang dewasa itu, juga membuat arus lalu lintas macet total. Kendaraan roda ataupun roda empat banyak yang mogok.

Banjir di lokasi jalan raya itu umumnya karena saluran drainase yang tidak berfungsi normal. Drainase sudah tertutup tanah dan sampah, sehingga tidak mampu menampung debit air yang mengalir dari pemukiman warga. Air dengan mudah menggenangi badan jalan.

“Drainasenya besar tapi karena tidak dibersihkan, makanya jadi banjir terus seperti ini,” kata Muklin, warga Perumahan Bidaayu, Seibeduk.

Senada disampaikan Arnold, warga yang tinggak dekat PT Nippon. Saluran air sama sekali sudah tak berfungsi karena tertutup sampah dan tanah.

“Selama ini sampah dibuang warga ke sini, makanya parit penuh dengan sampah dan tersumbat seperti ini,” ujarnya.

Di wilayah Sekupang, genangan air juga terjadi di Jalan Gajah Mada atau depan Pasar Tibancenter. Genangan air setinggi 30 centimeter itu, menyulitkan beberapa pengendara motor yang hendak melintas.

Tidak sedikit pemotor memilih mendorong kendaraannya, ketimbang harus mengendarai motor di tengah banjir.

Salah seorang pengendara malah jatuh saat melintas melalui jalan tersebut. Roni, sekuriti di salah satu perusahaan ini jatuh saat motor yang dikendarainya tergelincir karena pasir yang berada di pinggir jalan.

“Tadinya mau menghidarkan motor dari genangan, makanya saya pilih jalan pinggir, tapi karena hujan deras ditambah kendaraan yang banyak, jadi kehilangan keseimbangan,” kata Roni meringis sambil memegang tangannya yang luka.

Menurut Kepala BMKG Philip Mustamu melalui prakirawan Adhitya Prakoso, kondisi cuaca hari ini dipengaruhi adanya pola belokan angin di wilayah Kepulauan Riau menyebabkan terjadinya perlambatan kecepatan angin.

“Cuaca hari ini diprakirakan berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Adhitya, Senin (21/11/2016) pagi.

Mb

Related posts