Bermodal Ancaman Berita, Dua Oknum Wartawan Terancam 9 Tahun Penjara

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian didampingi Kapolresta Barelang dan Kepala Dinas Parawisata Kepri Guntur Sakti memberikan keterangan terkait terduga teroris di Mapolda Kepri, Senin (8/8). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Metrobatam.com Batam – SA dan PS, oknum wartawan media “online” yang tertangkap tim Saber Pungli Polda Kepulauan Riau terancam sembilan tahun penjara dalam kasus pemerasan terhadap seorang pengusaha hotel di Batam.

“Keduanya kami jerat dengan pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman sembilan tahun penjara,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian di Batam, Selasa.

Read More

Kapolda mengatakan, penanganan kedua oknum wartawan pada 5 Desember di Kafe Empang Batam Centre tersebut berdasarkan fakta.

“Untuk masalah hotel yang diberitakan karena diduga dibangun di atas derah milik jalan (DMJ/ROW) sehingga menyalahi IMB itu urusan Pemkot. Kami tangani penegakan hukumnya saja,” kata Sam.

Penegakan hukum pada dua oknum tersebut, kata Kapolda, agar tidak mencederai wartawan lain yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Jika dilihat modusnya, sepertinya pelaku sudah beberapa kali melakukan pemerasan dengan ancaman pemberitaan,” kata dia.

Pada 5 Desember sekitar pukul 17.00 WIB oleh Tim Saber Pungli Dit Intelkam Polda Kepri mengintai dan menangkap dua orang dengan barang bukti uang Rp7 juta hasil pemerasan.

Modusnya berita yang sudah dinaikkan melalui media online tidak akan “dinaikkan” lagi apabila membantu operasional kantor dengan permintaan sejumlah uang.

Awalnya dua oknum tersebut meminta uang Rp20 juta pada pengusaha agar berita yang sudah disiarkan di web bisa dicabut. Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya disepakati Rp7 juta.

“Setelah uang diserahkan, kedua pelaku langsung ditangkap oleh tim kami,” kata dia.

Sebelumnya Polda Kepri juga menangkap seorang pelaku pemerasan terhadap pemilik penampungan TKI di Botania Batam dengan barang bukti uang Rp2 juta. (MB/Antara)

Related posts