Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Batam

Metrobatam.com, Batam – Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap HA alias Ab, Rabu (21/12/2016), di Batam, Kepulauan Riau.

HA diketahui anggota komplotan Gigih Rahmat Dewa (GRD) yang ditangkap beberapa bulan lalu di Batam.

Read More

Kepala Polda Kepulauan Riau Inspektur Jenderal Sam Budigusdian menuturkan, HA ditangkap di kawasan Sagulung pada Rabu sore.

(Baca juga Lagi, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kepulauan Riau)

HA diduga sebagai perekrut dalam kelompok yang dikenal sebagai Khatibah Gonggong Rebus (KGR) itu.

“Tersangka bersama kelompok pimpinan GRD diketahui merencanakan tindak pidana terorisme,” ujarnya.

Selain sebagai perekrut, HA diketahui sebagai salah seorang yang ikut menyembunyikan dua warga China dari etnis Uighur yang masuk secara ilegal ke Batam. Mereka bernama Ali alias Faris Kusuma alias Nur Mehmet Abdullah dan Doni Sanjaya alias Muhammad alias Halide Tuerxun.

Ali dan Doni merupakan anggota East Turkmenistan Islamic Movement. Ali ditangkap di Bekasi tahun lalu dan memiliki KTP Indonesia.

Budigusdian menuturkan, HA juga diketahui sudah menyatakan kesetiaan pada kelompok pendukung Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Pernyataan itu disampaikan bersama kelompok Gigih Rahmad Dewa (GRD).

HA diketahui termasuk jaringan teroris pimpinan Bahrun Naim, warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Mereka menyatakan itu pada 2016 di kawasan Sungai Ladi, Batam.

Data polisi juga menunjukkan HA menjalankan bisnis dengan keluarga Bahrun Naim. Namun, belum diketahui apakah bisnis biro perjalanan itu dipakai untuk memberangkatkan orang-orang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS atau tidak.

HA ditangkap di rumah kawasan Sagulung Bahagia blok N/3 RT 3 RW 8, Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam. Puluhan anggota Detasemen Khusus 88 dan anggota Brimob Polda Kepri berada di lokasi penangkapan. Mobil Gegana juga terlihat di lokasi penangkapan.

Dengan penangkapan HA, sudah enam orang teroris ditangkap di Batam dalam enam bulan terakhir. Beberapa bulan lalu, polisi menangkap GRD dan empat pria lain di Batam.

 

Mb/kompas

Related posts