LSL Tertular HIV Lebih Banyak, Ini Data Penderita HIV di Batam

Metrobatam.com, Batam – Laki-laki masih menjadi kalangan yang paling rentan mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Batam. Selama Januari hingga September 2016, 326 laki-laki di Kota Industri ini mengidap HIV.

“Umumnya mereka mengidap penyakit tersebut karena hubungan seks dengan lawan jenis,” kata Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam Pieter P. Pureklolong kepada Wartawan, Kamis (1/12/2016).

Read More

Di kalangan perempuan, jumlah penderitanya pun tidak sedikit. Dari Januari hingga September, sebanyak 192 orang tertular HIV. Angka tersebut di luar jumlah perempuan pekerja seks yang mengidap HIV sebanyak 77 orang.

Selain perempuan pekerja seks, kelompok penyuka sesama lelaki atau disingkat LSL juga masuk kategori kelompok rentan. Di tahun ini, dari 279 orang yang tes, 143 orang di antaranya positif HIV.

“Ini cukup mengkhawatirkan karena justru jumlah LSL yang tertular HIV lebih banyak dibandingkan kelompok rentan lain,” kata Pieter. Masih di tahun ini, warga binaan Lapas Batam yang mengidap HIV sebanyak 5 orang.

Pasangan berisiko tinggi, dari 337 orang yang tes, 170 di antaranya positif mengidap HIV. Kelompok lain, yakni waria, dari 65 orang yang tes, 14 orang positif HIV. Adapun pelanggan pekerja seks dari 519 orang yang tes, 112 orang positif HIV.

“Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Batam karena masih minimnya pengetahuan warga tentang bahaya HIV,” kata Pieter. Data seluruh penderita HIV di Batam sejak Januari hingga September sebanyak 518 orang dan AIDS sebanyak 203 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 66 orang meninggal dunia. Sementara, di kalangan ibu hamil, dari 999 orang yang tes, 18 orang positif HIV. Dari 15 orang yang melahirkan, 3 orang di antaranya melahirkan dengan anak positif HIV.

“Ini berkat keberhasilan program Pencegahan Penularan HIV Ibu ke Anak atau PPHIA yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Batam,” kata Pieter.

Jumlah penderita HIV tahun ini menurun dibandingkan 2015. Tahun lalu, angka penderita HIV di Batam mencapai 641 orang.

Beberapa program dan upaya terus di lakukan KPA Batam untuk menekan angka penularan HIV di Batam. Salah satunya memberi edukasi kepada masyarakat umum, terutama pekerja dan karyawan-buruh di berbagai perusahaan di Batam.

“Kami juga rutin berkunjung ke sekolah-sekolah memberi edukasi ke pelajar. Kita berupaya agar mereka tidak terperangkap masuk dalam kelompok berisiko tinggi mengidap HIV,” ujarnya.

Selama 2016 ini, tambah Pieter, Dinkes belum merilis profesi dan latar belakang pekerjaan warga yang positif HIV. Namun, pada 2015, profesi buruh pabrik mendominasi jumlah pengidap HIV yakni sebanyak 163 orang.

Mb/Metrotvnews

Related posts