Polri Gunakan Rekaman Audio untuk Identifikasi Jatuhnya Pesawat Skytruck

Metrobatam, Jakarta – Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto mengatakan pesawat Skytruck M-28 milik Polri yang jatuh di sekitar Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Sabtu 3 Desember 2016, tidak memiliki kotak hitam (black box) yang merekam data penerbangan.

Fungsi black box sendiri untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara. Selain itu, untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Read More

“Kebanyakan pesawat seperti itu tidak ada black box ya, kan kecil,” kata Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan, untuk mengidentifikasi kejadian sebelum pesawat nahas itu jatuh, pihaknya akan menggunakan rekaman audio dan visual dari lingkungan sekitar dalam merekam data penerbangannya.

“Termasuk juga visual dari radar yang mengawasi mereka. Seperti pengawas lalu lintas udara yang di Singapura-Batam maupun di Jakarta,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pesawat Skytruck M-28 milik Polri hilang kontak di titik koordinat sesuai daya GPS furuno JP32 0″17,246N-104″50,261E. Koordinat tersebut di antara Pulau Mensanak dan Pulau Sebangka atau Pulau Gentar, Perairan Lingga.

Ada 13 anggota Polri yang berada di dalam pesawat tersebut. Mereka adalah AKP Budi Waluyo sebagai pilot, AKP Eka Barokah sebagai pilot, AKP Tonce selaku pilot, Brigadir Joko Sujarwo sebagai mekanik, dan Brigadir Mustofa sebagai mekanik.

Kemudian AKP Abdul Munir, AKP Safran, Bripka Erwin, Briptu Andi Z, Bripda Rizal, Bripda Eri, Brigadir Suwarno, dan Brigadir Joko Sugatno. Sampai hari kelima pencarian, belum ditemukan korban jatuhnya pesawat polisi itu.

Tim SAR gabungan baru menemukan potongan tubuh dan satu jasad yang diduga anggota Polri di dalam pesawat tersebut.(mb/okezone)

Related posts