Tega! Ibu Ini Suntikkan Tinja ke Kantong Infus Anaknya yang Idap Leukimia

Metrobatam, Jakarta, Entah apa yang ada di pikiran ibu ini. Bukannya menyemangati dan menjaga anaknya yang mengidap leukimia, seorang ibu di Amerika Serikat malah menyuntikkan tinja ke dalam kantong infusnya. Tega!

Berdasarkan laporan Marion Superior Court, seorang ibu bernama Tiffany Alberts (41) diketahui menyuntikkan tinja ke kantong infusnya anaknya selama periode 13 November hingga 17 November 2016. Anaknya yang berusia 15 tahun diketahui mengidap leukimia dan sedang menjalani pengobatan.

Read More

Bocah laki-laki malang yang tidak disebutkan namanya tersebut berulang kali masuk rumah sakit karena mual, muntah, demam dan diare yang tidak berhubungan dengan leukimia. Setelah dicek di laboratorium, ditemukan ada organisme-organisme yang seharusnya hanya ada di tinja di dalam darah bocah tersebut.

Riley Hospital for Children, rumah sakit yang merawat bocah itu pun curiga ada seseorang yang memasukkan tinja ke dalam darah si bocah. Pengawasan melalui kamera video menunjukkan bukti mengejutkan. Si ibu sendiri yang ternyata menyuntikkan tinja ke dalam kantong infus anaknya.

Pemeriksaan oleh pihak berwenang menyebut Alberts sempat mengelak dari tuduhan menyuntikkan tinja. Menurutnya, ia hanya ingin membilas obat yang diberikan rumah sakit karena obat tersebut membuat anaknya merasa terbakar.

Namun setelah digali lebih dalam, Alberts mengakui bahwa ia sengaja menyuntikkan tinja yang diambil dari kamar mandi. Hal ini dilakukan untuk memperparah kondisi anaknya karena agar dipindahkan ke ruangan yang lebih bagus.

Dr Veda Acherman, dokter anak yang merawat bocah tersebut mengaku sangat shock. Ia tidak mengerti mengapa seorang ibu tega melakukan hal yang bisa membahayakan nyawa anaknya sendiri.

“Anak itu bisa meninggal karena sepsis. Pengobatan leukimianya pun terganggu karena harus dimulai lagi dari awal,” tuturnya, dikutip dari CNN.

Alberts sendiri saat ini sudah ada dalam penahanan pihak berwajib. Ia didakwa dengan 6 pasal soal kekerasan pada anak dan 1 pasal penelantaran yang menyebabkan cedera serius.(mb/detik)

Related posts