143 Jamaah Umrah Asal Kalbar Telantar di Madinah dan Jeddah

Medan, 28/9. BACA DOA. Ratusan calon jemaah haji memanjatkan doa dalam acara Pembukaan Manasik Haji di Asrama Haji Medan, belum lama ini. Pengadaan manasik haji bertujuan untuk membekali calon jemaah haji agar dapat menghayati kegiatan haji di Mekkah dengan baik. SINDO/KADRI BOY TARIGAN

Metrobatam, Pontianak – Sebanyak 143 jamaah umrah asal Kalimantan Barat (Kalbar) telantar di Madinah dan Jeddah, Arab Saudi dan belum bisa kembali ke Tanah Air.

Ketua Rombongan sekaligus peserta umrah, Heri, memberi keterangan kepada Okezone tentang keluhannya. Lewat penuturannya, ia bersama rombongan ditelantarkan oleh pihak Aulia Travel yang beralamatkan Jalan Alianyang, Pontianak.

Read More

“Kami sama sekali tidak bisa menghubungi pemilik Aulia Travel, Utin Novi Anggraini, tidak diberi makan dan tidak tahu harus kembali ke Kalbar kapan,” katanya, Rabu (4/1).

Heri menyatakan, 143 jamaah yang terlantar terdiri dari dua rombongan. Satu rombongan berada di Jeddah dengan jumlah jamaah sebanyak 98 orang. Sementara rombongan terakhir berada di Madinah dengan jumlah jamaah 39 orang.

“Rombongan di Jeddah sampai saat ini tidak tahu pulang ke Kalbar kapan, dan kami yang di Madinah ini tidak diberi makan dari pertama datang,” jelasnya.

Selain itu, Heri juga menanggung biaya makan seluruh rombongan jamaah umrah di Madinah. “Kalau sampai seminggu bahkan lebih tentu saya keberatan. Di mana tanggung jawab travel? Sementara semua jamaah menghubungi pemilik Aulia Travel tidak bisa,” ucap Heri.

Sementara salah satu staf Aulia Travel, Jamaluddin, menjelaskan bahwa 143 rombongan yang saat ini berada di Jeddah dan Madinah dalam keadaan baik-baik saja. “Memang ada keterlambatan kepulangan karena maskapai Maldives sedang mengalami kerusakan, dan Insya Allah akan kembali pada 5 Januari ini melalui Kuala Lumpur,” jelasnya.

Jamaladin juga menyangkal adanya kecerobohan travel yang tidak memberi makanan kepada 39 jamaah di Madinah. Dia menjamin pihak travel telah memerintahkan pihak hotel untuk menyediakan makanan.

“Kami sudah konfirmasi bahkan pihak katering marah karena sudah menyiapkan makanan semenjak pukul 3 dini hari tapi tidak ada satu pun jamaah yang mengambil makanan,” pungkasnya. (mb/detik)

Related posts