Adu Mulut dengan Trump, Wartawan CNN Sempat Diancam Diusir

New York – Adu mulut antara Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan wartawan CNN Jim Acosta dalam konferensi pers berbuntut panjang. Acosta menyebut juru bicara Trump sempat mengancam untuk mengusirnya keluar dari Trump Tower jika dia nekat bertanya.

“Setelah saya bertanya dan … meminta agar kami diberi kesempatan bertanya, Sean Spicer, calon sekretaris pers (Gedung Putih), sempat berkata kepada saya, jika saya bertanya lagi saya akan diusir keluar dari konferensi pers ini,” terang Acosta kepada wartawan CNN lainnya, Wolf Blitzer dan Jake Tapper, dalam acara ‘Inside Politics’, seperti dilansir CNN, Kamis (12/1).

Read More

Lewat akun Twitternya, @seanspicer, yang terverifikasi, Spicer menyebut perilaku Acosta tergolong kasar dan tidak menghormati. “Terlepas dari pihak manapun, perilaku @Acosta itu kasar, tidak pantas dan tidak menghormati. Dia berutang maaf pada @realDonaldTrump dan koleganya,” sebut Spicer.

CNN menyebut, ancaman Spicer dilontarkan setelah Acosta menekan Trump untuk melontarkan pertanyaan lanjutan setelah Trump menyerang CNN karena merilis laporan soal intelijen Rusia memiliki informasi keuangan, serta informasi pribadi yang menyudutkan Trump, pada Selasa (10/1) waktu setempat.

Informasi itu termasuk dalam penjelasan intelijen yang diberikan kepada Trump dan Presiden Barack Obama, pekan lalu. Trump curiga bagaimana media bisa mengetahui soal isi penjelasan intelijen yang seharusnya bersifat rahasia itu.

Trump dan Acosta sempat terlibat adu argumen dalam konferensi pers yang digelar di lobi Trump Tower, Manhattan pada Rabu (11/1) waktu setempat. “Tuan Presiden terpilih, karena Anda menyerang kantor berita kami, bisakah Anda memberi kami kesempatan?” tanya Acosta kepada Trump.

“Bukan Anda,” jawab Trump langsung menolak Acosta. “Organisasi Anda buruk … Saya tidak akan memberikan kesempatan bertanya pada Anda … Kalian itu berita palsu,” ujar Trump lagi.

“Tuan Presiden terpilih, hal itu sungguh tidak pantas,” timpal Acosta, merespons Trump. Perdebatan kemudian berakhir.

Berbicara usai konferensi pers kepada rekan wartawan CNN, Acosta menyebut dirinya merasa berkewajiban untuk mendorong Trump menjawab pertanyaan lanjutan soal intelijen Rusia itu, karena Trump sebelumnya menyerang CNN. “Saya merasa baru akan adil jika kantor berita kita diserang lalu kita mendapat kesempatan untuk menanyakan pertanyaan lanjutan soal apa yang dimaksud Donald Trump,” jelas Acosta.

Melalui akun Twitternya yang bernama @Acosta, wartawan senior CNN yang juga koresponden khusus Gedung Putih ini, berusaha meredakan ketegangan. “Saya telah meliput empat kampanye kepresidenan. Baik Demokrat maupun Republik. Hal seperti ini tidak pernah terjadi. Mari kita kurangi ketegangan, cari cara untuk bekerja bersama,” kicaunya.(mb/detik)

Related posts