Berharap Anak Jadi Polisi, Kahono Malah Kena Tipu Rp140 Juta

Metrobatam, Demak – Keinginan Kahono (52), warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi polisi pupus setelah tertipu orang yang mengaku calo pendaftaran kepolisian.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu ini diminta membayar Rp140 juta untuk memuluskan harapannya tersebut.

Read More

Ceritanya bermula saat Kahono bertemu Agus, seorang sopir yang tinggal di Desa Kali Tekuk Kecamatan Gajah di sebuah warung kopi. Agus pun mengaku dapat membantu memasukkan Muhammad Asrofi (18), anak Kahono menjadi polisi ‘lewat belakang’.

Dalam aksinya, Agus membawa Kahono untuk menemui Hartono dan Hadi, rekannya. Selanjutnya, komplotan penipu ini mengenalkan korban ke Masruhan, warga Ngebong yang berpura-pura punya kerabat di Mabes Polri dan Polda Jateng.

Lantaran berkeinginan keras, Kahono pun memberikan uang sebesar Rp140 juta dalam beberapa tahap. Namun, hingga waktu yang dijanjikan tidak ada kepastian.

“Saya memang ingin anak saya jadi polisi. Tapi anak saya ada syarat yang kurang memenuhi, yakni tinggi badan. Jadi, saat ada yang menjanjikan bisa membantu, saya langsung senang,” kata Kahono saat di SPKT Polres Demak.

Dirinya sudah berulangkali mendatangi rumah Agus untuk meminta kejelasan. Selain itu, dia juga pernah meminta uangnya dikembalikan karena merasa ditipu.

“Awalnya minta Rp175 juta, tapi baru saya beri Rp140 juta. Tapi tidak ada kejelasan, bahkan saya pernah diusir dari rumahnya,” lanjutnya.

Sugito, pendamping Kahono menambahkan bahwa korban rela berutang untuk membayar uang yang diminta oleh pelaku.

Hampir semua uangnya didapat dari berutang. Untuk itu, kami minta kepolisian dapat mengungkap kasus ini. Sehingga nama baik kepolisian tidak ternoda oleh oknum tidak bertanggungjawab,” paparnya.

Saat ini, kasus penipuan dengan modus memudahkan lolos seleksi kepolisian sedang ditangani jajaran Polres Demak.(mb/okezone)

Related posts