Sita 106,3 Kg, Resnarkoba Metro Jaya Berhasil Amankan Jaringan Internasional

Metrobatam.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam penangkapan narkoba dengan jumlah tergolong besar, yakni 106,3 kilogram sabu, 560 butir H5, dan 202.935 butir ekstasi ini hanya membutuhkah hari sekitar delapan hari 13 – 21 Januari 2017.Penggerebekan ini terjadi di dua tempat terpisah, di Ruko Green Sedayu kawasan Cakung Jakarta Timur, dan Penjaringan Jakarta Utara.

Dalam operasi ini berhasil diamankan tujuh pelaku itu WCH (23); AR (36); NK (46); S (47); BY (40); AK (40); dan AA (33). Mereka terbagi dalam dua jaringan berbeda. WCH, AR, NK merupakan bandar ekstasi jaringan Tiongkok. Sedangkan S, BY, AK, dan AA, merupakan bandar sabu-sabu dari jaringan Taiwan. Tiga pelaku WCH (WN Tiongkok) , BY dan S, terpaksa diberikan tindakan tegas berupa peluru panas. Sebab tiga pelaku tersebut melakukan perlawanan saat proses penangkapan.

Read More

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan menjelaskan, tiga bandar ekstasi jaringan Tiongkok ditangkap Senin (23/1). Penangkapan berawal informasi yang diberikan dari kepolisian Malaysia, Kamis (5/1). Informasi itu berisi akan terjadi transaksi ekstasi dari perairan Tiongkok menuju Jakarta. Untuk memastikan kebenarannya pengintaian dilakukan.

Pengintaian tersebut dilakukan selama delapan hari. Jumat (13/1), pergerakan pelaku berinisial WCH terendus. Ketika itu, WCH terlihat melakukan pengiriman ke pergudangan Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur. Ketika berada di lokasi, ekstasi tersebut terlihat di dalam gudang. Jumlahnya ratusan ribu butir. Tidak buang-buang waktu penangkapan dilakukan.

Kepada petugas, WCH mengaku mendapatkan perintah dari bandar yang berada di Tiongkok untuk mengantarkan ekstasi tersebut. Rencananya barang harap tersebut diberikan kepada AR. Keduanya telah membuat janji. Transaksi akan dilakukan di kompleks pergudangan tersebut, Sabtu (14/1). “Kami menunggu AR sampai datang. Sekitar pukul 17.00 Wib, AR datang. Penangkapan kembali dilakukan,” ucap pria berpangkat dua bintang di pundaknya itu.

Pengembangan kembali dilakukan. Keterangan yang diberikan AR, masih ada pelaku lain yang menjalankan bisnis haram tersebut. Pelaku itu berinisial NK. Dia bersembunyi di Koja, Jakarta Utara. Bergegas petugas bertolak ke lokasi yang dimaksud. “Penangkapan kembali dilakukan. NK ditangkap tanpa perlawanan,” ujarnya.

Namun pihaknya belum puas. Pengembangan kembali dilakukan. Ternyata bisnis haram tersebut dikendalikan Ari. Ternyata, Ari berstatus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat. Namun, saat dilakukan pengejaran, sikap tidak bersahabat dilakukan WCH. Pria 23 tahun itu melawan dan berusaha mengambil senjata api milik petugas. Merasa terancam, petugas melakukan tindakan tegas terukur. “Kami pun menembak WCH, menembus dada hingga tewas di tempat,” paparnya.

Bisnis haram tersebut telah dilakukan selama dua bulan. Produksi ekstasi dilakukan di pergudangan Green Sedayu. Dalam sehari mesin tersebut bisa memproduksi sebanyak 10 ribu butir ekstasi berlogo mahkota. Produksi dilakukan sesuai dengan pesanan pembeli. “Jadi mereka hanya mengirim bahan mentahnya. Produksi dilakukan di sini (Cakung),” ujar Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kombespol Nico Afinta.

Pihaknya tidak hanya meringkus bandar Ekstasi jaringan Tiongkok. Empat bandar sabu-sabu asal Taiwan juga berhasil ditangkap. Mereka ditangkap di Ruko Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (18/1). Dua pelaku BY dan S, diberikan tindakan tegas berupa timah panas yang menembus badan serta kaki pelaku. Akibatnya dua pelaku itu pun tewas di tempat.

Nico menjelaskan, pengejaran terhadap gembong narkoba jaringan internasional tersebut akan terus dilakukan. Pihaknya telah berkoordinasi terhadap polisi negara tetangga untuk koordinasi dan bertukar informasi identitas pelaku. Dia berharap, upaya kerja kerasnya itu membuahkan hasil maksimal berupa penangkapan pelaku. “Sehingga kami bisa memberantas narkoba, langsung sampai akarnya, ucap pria berpangkat tiga melati di pundaknya itu.

(MB/Sumeks)

Related posts