BP Batam Kedatangan Tamu Istimewa, Seorang Pakar Bisnis Investasi Dari Jerman

Sebuah kawasan industri tampak dari atas di wilayah Batam, Kamis (29/5). Kepala Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, mengatakan investasi di Batam mengalami perlambatan sepanjang triwulan pertama tahun 2014 akibat investor menahan modal selama proses pemilu legislatif lalu, sebaliknya Badan Pengusahaan (BP) Batam justru mencatat realisasi investasi yang didominasi sektor perkapalan naik lima kali lipat menjadi 155 juta dolar AS dari pencapaian periode yang sama pada tahun 2013 sebesar 29,5 juta dolar AS. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/ama/14

Metrobatam.com Batam – Klaus Von Menges salah seorang ahli bisnis investasi berasal Jerman dan juga merupakan sahabat lama Presiden ketiga RI, BJ Habibie menyarankan pada pimpinan BP Batam, Kepulauan Riau agar terus mengembangkan insfrastruktur supaya daerah ini memiliki daya tarik bagi calon investor.
“Dalam upaya mendukung suatu kota sebagai daya tarik investasi, BP Batam harus fokus pada ketersediaan infrastruktur baik Bandar udara, palabuhan, listrik dan air,” kata Von Menges usai bertemu dengan pimpinan BP Batam di Batam, Kamis.

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur merupakan salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasi dan melakukan bisnis pada suatu daerah.

Read More

“Perkembangan Batam yang signifikan selalu menjadi primadona bagi sebagian orang. Perkembangan global berubah cepat setiap saat dan terkhususnya Batam menjadi kota tujuan investasi yang sedemikian kompleks,” kata dia.

Ia mengucapkan apresiasi kepada BP Batam atas perkembangan Batam hingga saat ini.

Selain infrastruktur, kata dia, aspek peraturan kebijakan yang memudahkan pengusaha melakukan investasi serta pengembangan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fakor penentu.

“Kunjungan saya adalah untuk bagaimana mengetahui dan mengenalkan perkembangan Batam kepada kerabat, cucu saya dan terutama pada kolega saya yang berada di Eropa khususnya pada bidang industri, infrastruktur udara, shipyard dan minyak dan gas,” kata Von Menges.

Sementara itu, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyambut baik kunjungan tersebut yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan wawasan bagi BP Batam atas masukan yang diberikan.

“Ia seseorang ahli bagaimana melakukan bisnis investasi, bagaimana mengembangkan sektor-sektor unggulan terutama untuk Bandar udara dan pelabuhan,” kata Hatanto.

Pada kesempatan tersebut Hatanto juga menjelaskan sekilas progress pembangunan dan pengembangan Batam usai era kepemimpinan BJ Habibie.

Meskipun tentu menimbulkan sejumlah kendala, kata dia, namun pada perjalanannya perkembangan baik infrastruktur utama dan pendukung sejalan dengan pertumbuhan penduduk.

Hatanto mengatakan, BP Batam kedepan akan berfokus sektor potensial seperti pengembangan daerah wisata bahari yang unggul dan transshipment perdagangan internasional dan berbagai kegiatan adat budaya yang beraneka ragam di Batam.

Membangun pelabuhan laut transit dengan konsep logistik, membangun bandara udara dengan konsep Aeromaritropolis.

Dengan hal tersebut, Hatanto yakin kedepan perekonomian Batam akan semakin meningkat dan memudahkan para calon investor untuk melakukan bisnis dan kembali ke Batam. (MB/Antara)

Related posts