Cemburu Istri Sering Kelayapan, Sugeng Gantung Diri di Kandang Sapi

Metrobatam, Bantul – Lantaran diduga terbakar api cemburu, seorang buruh di Bantul, DIY memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kandang sapi milik tetangga. Jasad Sugeng Warsono, warga Dusun Samparan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul ditemukan pertama kali oleh Sutejo, tetangga korban.

Kapolsek Pandak AKP S. Parmin menyampaikan malam sebelum meninggal dunia, korban diketahui bertengkar dengan istrinya.

Read More

Saat ditanya alasan korban cekcok dengan istrinya, Parmin menjelaskan jika korban cemburu ke istri karena merasa dikhianati. Pasalnya sang istri diduga selingkuh dengan laki-laki lain, karena kondisi korban yang memang sudah lama sakit-sakitan.

“Karena cemburu, akhirnya suami istri ini berantem, cekcok, terus pagi harinya korban sudah diketahui gantung diri,” jelasnya, dikutip dari Harian Jogja, Rabu (4/1)

Korban lanjut Parmin, memang sudah lama menderita sakit. Setidaknya korban diketahui sakit ginjal dan liver. Diduga karena penyakitnya ini istrinya berpaling ke laki-laki lain, sehingga mengakibatkan korban cemburu dan tak terima dikhianati.

“Informasinya korban cemburu, karena istrinya sering keluar dengan laki-laki lain, makanya korban tidak terima,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil tim identifikasi Polres Bantul dan dokter Puskesmas Pandak, di dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sehingga dalam kejadian itu korban dinyatakan sengaja mengakhiri hidupnya sendiri. Karena tidak ada tanda-tanda mencurigakan, pihak Polsek Pandak menyerahkan jasad korban ke keluarganya untuk langsung disemayamkan.

Pergoki Istri Ngamar
Sementara di Kupang, Martinus Nong yang diduga cemburu karena mendapati istrinya Yofita Nona Mince (40) bersama seorang pria bernama Rian di rumahnya, naik pitam dan menebas Rian menggunakan parang.

Akibatnya, tangan kanan Rian nyaris putus karena menangkis sabetan parang Martinus. Beruntung saat kejadian para tetangga berdatangan ke lokasi dan membawa Rian ke rumah sakit. Sementara Martinus memilih kabur.

Rita, seorang saksi mata menyebutkan, sebelum kejadian itu, dirinya melihat korban sedang duduk bersama Yovita di ruang tamu keluarga. Tiba-tiba datang Martinus membawa sebilah parang dan menebas korban.

“Pelaku langsung mengarahkan parang ke tubuh korban satu kali saja dan mengenai lengan bagian kanan, sehingga korban mengalami luka robek dan nyaris putus,” ujarnya

Tak berselang lama usai kejadian itu, Yofita, warga Lorong Ayam Tambak Garam tepatnya di RT 013/RW 04 Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok mendatangi kantor Polisi dan melaporkan nasib yang dialaminya.

Atas laporan itu, kini anggota kepolisian dari Polsek Alok sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan termasuk meminta keterangan dari tiga orang saksi yakni Yovita dan dua orang anaknya.(mb/okezone)

Related posts