DPRD Katingan Gelar Rapat, Bupati Selingkuh Terancam Dimakzulkan

Metrobatam, Katingan – DPRD Katingan hari ini menggelar rapat untuk membahas soal Bupati Ahmad Yantenglie yang tertangkap basah berselingkuh dengan istri polisi, FY. Ada kemungkinan pemakzulan dilakukan DPRD kepada Bupati Katingan.

“Hari ini kami mau rapat internal mendengar suara fraksi-fraksi,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Katingan yang membidangi pemerintahan, Karyadie, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (9/1/2017).

Read More

Karyadie belum bisa memastikan apa keputusan yang akan diambil DPRD terkait nasib Karyadie. Namun ia menyatakan memang ada wacana soal pemakzulan sebab Ahmad sendiri juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perzinahan.

“Kemungkinan mengarah ke sana (pemakzulan). Pertama alasannya karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan,” kata Karyadie.

“Kedua, kan ada UU No 23 Tahun 2014, ada istilahnya di sana (soal) perbuatan tercela,” lanjut politikus Partai Demokrat itu.

Karyadie mengaku hingga saat ini pihaknya belum menjalin komunikasi dengan Bupati Katingan setelah Ahmad dibebaskan polisi. Saat ini DPRD Katingan disebut harus melakukan sesuatu pasca skandal perselingkuhan si bupati.

“DPRD suka tidak suka, mau tidak mau harus menggunakan 3 hak. Antara hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat,” jelas Karyadie.

Fraksi Gandang Nyaru yang merupakan gabungan dari Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKPI menurut Karyadie juga belum menentukan sikap. “Saya rapat dulu dengan fraksi,” ucapnya.

Bupati Katingan dan FY telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 284 KUHP tentang Perzinaan dengan ancaman 9 bulan penjara. Meski tidak ditahan, keduanya dikenai wajib lapor dua kali seminggu.

Berdasarkan pengakuannya kepada pihak kepolisian, Ahmad menyatakan sudah menikah siri dengan FY. Padahal FY hingga saat ini masih merupakan istri sah seorang bintara polisi di Kalimantan Tengah. Ahmad juga sudah memiliki istri sah dari pernikahan ketiganya, yakni Endang Susilawatie.

“Iya, karena itu istri saya. Saya tiduri kapan pun, saya apakan kapan pun, di mana pun, saya merasa nyaman, karena istri saya, gitu,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Gusde Wardana menirukan ucapan Bupati Yantenglie, Jumat (6/1).(mb/detik)

Related posts