Militer Australia Mulai Investigasi Kasus Pelecehan Pancagila

Metrobatam, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menyampaikan protes keras dan meminta pihak Australia untuk melakukan investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan terhadap falsafah NKRI, Pancasila menjadi Pancagila. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Australia mengatakan, investigasi kasus tersebut sudah mulai dilakukan.

Juru KJRI Melbourne Sade Bimantara mengatakan, investigasi sudah mulai dilakukan oleh Australia Defence Force (ADF). Pihak ADF juga telah menghentikan proses belajar mengajar bahasa yang merupakan kerjasama antara militer Indonesia (TNI) dengan Australia.

Read More

“Dari pernyataan Menko Polhukam pekan lalu, kerjasama yang ditunda adalah yang terkait pelatihan bahasa. ADF sedang melakukan investigasi terhadap insiden yang terjadi. ADF juga telah menghentikan proses belajar mengajar bahasa di fasilitas bahasanya hingga proses investigasi dan peninjauan bahan-bahan pembelajaran selesai dilakukan,” kata Sade kepada detikcom, Senin (10/1).

Sade belum bisa mengatakan kapan batas waktu investigasi tersebut berakhir. Namun jika sudah selesai, hasilnya akan segera dilaporkan ke pemerintah Indonesia.

“Hasilnya akan disampaikan kepada Indonesia,” kata Sade.

Sebelumnyua, Indonesia berencana menghentikan kerja sama militer dengan Australia terkait insiden Pancagila. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull berharap masalah tersebut bisa segera diselesaikan.

“Saya berharap agar hal ini diselesaikan secepat mungkin,” ungkap Turnbull dalam sebuah pernyataan seperti dilansir 9news, Jumat (6/1/2017).

Rencana penghentian kerja sama militer Indonesia dan Australia itu merupakan buntut dari ditemukannya material pelatihan di Barak Campbell di kota Perth, Australia barat, yang menghina Indonesia. Temuan material pelatihan di pangkalan militer itu menyinggung bangsa Indonesia.(mb/detik)

Related posts