Sebabkan Banjir, Pemko Batam Hentikan 15 Proyek Kegiatan “Cut and Fill”

Penyidik Bapedalda Batam menyegel 10 alat berat yang melakukan kegiatan cut and fill ilegal. (Foto : Batamtoday)

Metrobatam.com, Batam – Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Kepulauan Riau menghentikan kegiatan pemotongan Bukit Baloi karena tidak memiliki Izin Lingkungan.

“Cut and Fill” di sebelah rumah duka Baloi dihentikan karena tanpa izin lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Rabu.

Read More

Dendi mengatakan perusahaan yang mengerjakan aktivitas itu memang telah mengantongi izin pematangan lahan dari Badan Pengusahaan Kawasan Batam, namun itu tidak cukup.

Apalagi, tanah hasil pemotongan lahan yang dibawa ke sekitar Universitas Internasional Batam itu mengotori jalan.

Pada awal tahun ini juga, kata Dendi, Pemkot juga sudah menghentikan reklamasi di Sungai Langkai.

Aktivitas reklamasi di Kelurahan Sungai Langkai, tepatnya belakang Perumahan Griya Batuaji Asri dinilai dapat menimbulkan banjir di lingkungan sekitarnya.

Reklamasi di Sungai Langkai juga tidak dilengkapi seluruh izin yang dipersyaratkan, sehingga pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan sementara.

Lurah Sungai Langkai Kecamatan Sagulung, Chandra Hermawan menyatakan sejak pengerjaan reklamasi, perumahan Griya Batuaji sering tertimpa musibah banjir.

Aktivitas reklamasi membuat drainase mengecil akibat penimbunan, sehingga air tidak mengalir sempurna, dan saat hujan menyebabkan banjir.

Ia menyatakan warganya geram dengan aktivitas reklamasi yang tak kunjung selesai.

“Alhamdulillah sekarang sudah disegel. Warga memang sudah sangat geram adanya proyek reklamasi yang membuat parit kecil. Gara-gara itulah sering banjir dikomplek perumahan Griya Batuaji Asri,” kata Candra.

Selain menghentikan pekerjaan reklamasi secara sementara, ia mengatakan tim terpadu Kota Batam juga akan membongkar jembatan tiang beton yang dibangun pengembang demi memperluas saluran air perumahan.

Sementara itu, Pemkot Batam menghentikan sementara sedikitnya 15 proyek pembangunan dan pekerjaan pemotongan dan penimbunan lahan oleh pihak swasta yang dianggap berpotensi menyebabkan banjir pada 2016.

Mb/Antara

Related posts