Semua Panik karena Donald Trump, Jokowi: Saya Enggak

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat banyak sekali tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam dua tahun terakhir. Mulai dari pelemahan ekonomi China, krisis yang terjadi di Yunani, hingga keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau dikenal dengan nama Brexit.

Sekarang ada persoalan baru yang membuat panik banyak pihak, yaitu terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Jokowi mengaku siap untuk menghadapi risiko yang bisa ditimbulkan nantinya.

Read More

“Orang sekarang bimbang lagi karena terpilihnya Trump. Saya enggak. Enggak ada rasa pesimis,” kata Jokowi dalam pertemuan dengan BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1).

Hal yang perlu dilakukan pemerintah, kata Jokowi sekarang adalah dengan menyiapkan antisipasi dari berbagai kemungkinan yang muncul. Di samping tetap memperkuat fundamental ekonomi dalam negeri.

“Kenapa senang kita menyampaikan hal-hal yang tidak baik hal yang jelek-jelek, kenapa kita tidak sampaikan itu yang baik-baik tetapi yang realistis. Kita akan mengajak semuanya optimis melihat ke depan,” paparnya.

Pemerintah telah menetapkan asumsi ekonomi 2017, dengan pertumbuhan 5,1%, inflasi 4%, dan nilai tukar rupiah 13.300/US$. Penerimaan negara ditargetkan Rp 1.750 triliun dan belanja sebesar Rp 2.080 triliun. Defisit anggaran dipatok pada level 2,4% dari Produk DOmestik Bruto (PDB).

“Kita harus optimis dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan. Harus optimis kalau masih ada yang pesimis apa lagi? Kerja aja kok pesimis. Saya sampaikan pada menteri, kerja itu harus optimis. Tetapi optimisme yang realistis,” tegas Jokowi. (mb/detik)

Related posts