Untuk Atasi Banjir, Pemko Batam Beli akan Amphibi Excavator

Amphibi Excavator (Ilustarasi)

Metrobatam.com, Batam – Pemerintah Kota Batam akan membeli tujuh excavator di tahun 2017 ini. Satu di antaranya merupakan jenis excavator amphibi, yang bisa digunakan di darat maupun air.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan excavator ini berfungsi untuk mengeruk saluran air yang alami pendangkalan.

Read More

“Dengan adanya excavator ini kita bisa kerjakan sendiri. Termasuk untuk di Sei Tering ini, tak perlu tunggu anggaran bisa langsung turun,” kata Rudi menjawab permintaan warga Kelurahan Tanjungsengkuang dalam silaturahmi bersama warga Kecamatan Batuampar, Sabtu (28/1).

Tokoh warga Tanjungsengkuang, Mukri sebelumnya menjelaskan bahwa banjir di kawasan Melcem, Sei Tering, ini sudah sangat luar biasa. Pendangkalan jalur air menuju laut di Sei Tering menyebabkan banjir di wilayah Melcem semakin parah.

Beberapa waktu lalu, dengan bantuan dari dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, titik yang alami pendangkalan sudah terbuka. Meski belum sampai di ujung menuju laut, hanya pada jalur sepanjang 300 meter di sungai dengan lebar 10 meter tersebut.

“Alhamdulillah kemarin sudah normalisasi. Tapi kami mohon Pak Wali, agar dibantu, mudah-mudahan 2017 atau 2018 bisa dibuat permanen,” kata Mukri dalam pertemuan di pasar pujasera Melcem tersebut.

Selain menyampaikan masalah banjir, Mukri juga mengutarakan permintaan warga terkait pelebaran jalan. Menurutnya jalan di depan pasar Melcem ini sudah menjadi jalan utama warga di kawasan Tanjungsengkuang. Bahkan warga Kecamatan Bengkong yang ingin bekerja ke wilayah Batuampar pun banyak yang melewati jalan ini. Sehingga di pagi dan sore hari selalu terjadi kemacetan, meski sebenarnya bukan jalan raya utama.

“Apalagi kalau ada mobil besar, makin sempit, jadi semakin macet. Mudah-mudahan jalan kami ini bisa ditingkatkan sekalian satu paket dengan drainase ke lautnya,” kata dia.

Menjawab permintaan ini, Walikota Rudi meminta masyarakat memasukkannya dalam usulan musyawarah perencanaan pembangunan. Pelaksanaan musrenbang akan dimulai dari tingkat kelurahan bulan depan.

Namun sebelum membuka jalan tersebut Rudi meminta warga berjanji untuk ikhlaskan bangunan kios liar yang berdiri di sepanjang sisi jalan. Karena pada dasarnya pemerintah tidak punya anggaran untuk lakukan ganti rugi.

Selain Kelurahan Tanjungsengkuang, tiga kelurahan lain di Kecamatan Batuampar juga menyampaikan permintaan warganya masing-masing. Seperti Ahmad Kusnadi Darmawan dari Kelurahan Sei Jodoh yang berharap ada bantuan kotak sampah di wilayahnya.

“Alhamdulillah sampah sekarang sudah lebih baik. Dulu seminggu enggak diangkat akhirnya dibakar. Sekarang sudah tidak ada lagi. Tapi sayangnya kotak sampahnya sudah compang camping jadi sampahnya banyak keluar,” ujarnya.

Sementara itu Jamal, perwakilan warga Kelurahan Batumerah menyampaikan tentang masalah status lahan kampung tua. Serta meminta pemerintah menyediakan lapangan kerja dan mengatur tentang ketenagakerjaan di Batam supaya putera tempatan bisa ikut bersaing.

Sedangkan warga Kelurahan Seraya meminta pemerintah mendirikan rumah susun di wilayahnya. Karena saat ini sekira 70 persen warga Seraya tinggal di rumah liar. Selain itu warga Seraya juga berharap pemerintah membuat signage tulisan Seraya seperti yang ada di Lubukbaja dan Sei Jodoh.

 

“Jawaban dari permintaan Bapak Ibu semua adalah uang, fulus, pitih. Untuk itu di masa kepemimpinan saya, saya dorong pembangunan infrastruktur. Tujuannya agar investor semakin banyak masuk ke Batam. Kenapa Jodoh Nagoya dulu yang saya bangun, karena di sana pusat ekonominya. Kawasan ini juga ditata supaya wisatawan semakin banyak yang masuk. Dan ujung-ujungnya PAD (pendapatan asli daerah) kita yang akan bertambah,” kata Rudi menjawab permintaan warga.

Mb/Mcb

Related posts