Abu Sayyaf Penggal Sandera WN Jerman

Metrobatam, Jakarta – Militan Abu Sayyaf di Filipina dilaporkan telah memenggal warga negara Jerman yang mereka sandera untuk mendapatkan tebusan.

Sebuah video yang diunggah kelompok tersebut, dimonitor oleh kelompok intelijen SITE, menunjukkan Jurgen Kantner dibunuh menggunakan pisau.

Read More

Sesaat setelah video itu muncul, perwakilan pemerintah Jesus Dureza membenarkan kematian warga Jerman tersebut.

“Kami berbelasungkawa dan mengutuk keras pemenggalan barbar yang lagi-lagi terjadi terhadap seorang korban penculikan,” kata Dureza dalam pernyataan pers yang dikutip AFP, Senin (27/2).

“Hingga saat ini, banyak sektor, termasuk Pasukan Bersenjata Filipina, telah mencoba untuk menyelamatkan nyawanya. Kami telah mencoba yang terbaik, namun tak berhasil.”

Pejabat militer di Filipina Selatan mengatakan mereka masih belum bisa menemukan tubuh warga Jerman itu.

Abu Sayyaf, yang diyakini bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror di Filipina, sebelumnya meminta tebusan sebesar 30 juta peso atau kurang lebih Rp20 miliar, untuk dibayar selambatnya Minggu (26/2).

Kantner diculik dari yacht-nya, Rockall, di perairan Filipina Selatan, tahun lalu. Kapal tersebut ditemukan terombang-ambil pada 7 November, dengan jenazah teman perempuan Kantner yang tewas ditembak.

Pasangan ini sebelumnya diculik dan disandera selama 52 hari di Somalia, 2008 lalu. Menurut laporan, saat itu, mereka dibebaskan setelah ditebus dalam jumlah besar.

Kelompok Abu Sayyaf yang berafiliasi kepada ISIS di Timur Tengah selama ini kerap menculik warga asing dan umat kristen, menahannya demi tebusan di hutan-hutan yang berada di bagian selatan Filipina.

(mb/cnn indonesia)

Related posts