Imigrasi Kelas I Khusus Batam Tolak Permohonan Paspor 71 Calon TKI Ilegal

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam

Metrobatam.com, Batam – Seiring dengan meningkatnya korban dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam menggagalkan upaya permohonan paspor RI oleh calon tenaga kerja Indonesia ilegal.

Berdasarkan rilis pers Imigrasi Batam, Senin (20/2/2017), sejak awal tahun 2017 hingga hari ini, 20 Februari 2017, sebanyak 71 permohonan paspor RI telah ditolak oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.

Read More

Kepala Kantor Teguh Prayitno menyampaikan, 71 permohonan tersebut ditolak dengan berbagai alasan, seperti dugaan pemalsuan dokumen, memberikan keterangan tidak benar saat wawancara dengan mengaku ingin mengunjungi keluarga atau ibadah umrah, mengaku belum pernah memiliki paspor namun ternyata terdeteksi sudah memiliki paspor, tidak jelas maksud dan tujuan ke luar negeri, serta terbukti telah menjadi TKI ilegal dan akan kembali lagi bekerja ilegal.

“Banyak sekali modus agar bisa mendapatkan paspor RI. Namun petugas wawancara kami sudah bisa dengan mudah mendeteksi sehingga, apabila ada pemohon yang terindikasi akan bekerja secara ilegal, akan langsung kita tolak,” ujar Teguh.

Lebih lanjut lagi dijelaskan oleh Kabid Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Feddy M Pasya, ke-71 pemohon yang ditolak berasal dari luar Batam, seperti Alor, Lombok, Flores, Cianjur, Nias, Tapanuli, Ponorogo, Wonosobo, Lampung, dll.

“Upaya yang dilakukan ini sebetulnya salah satu upaya pencegahan agar para calon TKI tersebut tidak menjadi korban TPPO. Banyak sekali yang sudah menjadi korban penipuan dari para agen TKI ilegal dan mereka dieksploitasi, bahkan ada yang hingga meninggal,” ujar Feddy.

“Oleh karena itu, kami menyarankan, apabila ingin bekerja di luar negeri, silakan melalui jalur yang sudah diatur negara supaya ada aspek perlindungan di sana dan negara memiliki datanya. Jangan sampai terbujuk rayuan orang-orang yang mencari keuntungan, padahal mereka ternyata menipu kita,” ujarnya.

Feddy mengatakan hal ini tidak hanya dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, yang banyak dijadikan tempat persinggahan para pencari kerja ke luar negeri. Seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia saat ini juga sedang gencar-gencarnya melakukan upaya pencegahan ini dengan harapan ke depan angka WNI yang menjadi korban menurun atau bahkan tidak ada sama sekali.⁠⁠⁠⁠

Detik

Related posts