Kabar Siti Aisyah Bunuh Kakak Tiri Presiden Kim Joun Un Kagetkan Tetangga

Metrobatam, Jakarta – Kabar bahwa Siti Aisyah membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Joun-un, Kim Jong-nam, rupanya mengagetkan orang yang pernah mengenalnya. Betapa tidak, Siti dikenal sebagai sosok yang pendiam selama ini.

Siti pernah bekerja sebagai buruh konfeksi di bilangan Tambora, Jakarta Barat, dengan majikan bernama Lian Kiong atau Akiong. Di kemudian hari, Siti dipersunting oleh anak Akiong, Ajun.

Read More

Mereka kemudian dikaruniai seorang putra bernama Rio. Setelah bayi Rio lahir, Siti dan Ajun merantau ke Malaysia. Tetapi justru di sanalah pernikahan mereka berdua kandas di tahun 2012.

Lama tak terdengar kabarnya oleh warga Gang Kacang, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, kini Siti disebut sebagai pelaku pembunuhan. Bahkan yang dibunuh adalah kakak ipar pemimpin Korea Utara. Tentu kabar ini sungguh mengagetkan.

“Nggak nyangka kalau dia ngebunuh mah. Orangnya mah pendiem, paling ngejawab juga kalau disapa,” kata salah seorang warga bernama Ida (25).

Menurut Ida, Siti jarang keluar dari rumah dan bergaul dengan warga sekitar. Siti hanya keluar sesekali untuk mengasuh anaknya. “Jarang keluar, paling keluar kalau nyuapin anaknya sama ngasuh anaknya,” kata Ida lagi.

Detikcom lalu mengunjungi kediaman ketua RT setempat yang bernama Simik. Namun yang menemui adalah istri Simik, Ijah. Ijah juga tak tahu persis kapan terakhir kali Siti tinggal di rumah Akiong. Sudah lama sekali dia tak bersua dengan Siti. “Terakhir di sini 2007 kali, lupa saya,” kata Ijah.

Sementara itu, Akiong dan Ajun kini sudah pindah ke Kampung Bebek, yang juga masih di wilayah Tambora. Mereka langsung pindah setelah Ajun bercerai dengan Siti.

“Nah, habis dari Malaysia itu, suami sama mertuanya pindah ke Kampung Bebek. Kalau si Neng mah katanya balik lagi ke Serang,” kata Ijah.

Bercerai karena Selingkuh
Setelah bercerai dengan suaminya, Gunawan Hasyim alias Ajun, Siti Aisyah jarang ke rumah mertuanya di Tambora, Jakarta Barat. Siti hanya setahun sekali menemui keluarga Ajun untuk melepas rindu dengan anaknya, Rio (7).

“Habis mereka cerai itu, dia (Siti) jarang ke sini, paling setahun sekali. Terakhir ke rumah saya itu Imlek kemarin, tanggal 28 Januari,” kata Lian Kiong (56) alias Akiong, mantan mertua Siti, saat ditemui wartawan di Tambora, Jakarta Barat, Kamis (16/2).

Siti saat itu menemui Rio di rumah baru Akiong di Jl Samarasa I No 3 RT 07/05 Kampung Bebek, Tambora, Jakbar. Sebelumnya, Akiong bersama Ajun dan keluarganya tinggal di dekat situ, sebelum akhirnya pindah dari Gang Kacang Jl Angke Indah 5 No 16 RT 05/03 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Siti terdaftar sebagai warga di Jl Angke Indah 5 No 16 RT 05/03 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Saat tinggal bersama Ajun itulah Siti membuat paspor. “Dia datang terus nginap sehari, tidur sama cucu saya itu (anak Siti), besoknya pulang lagi,” kata Akiong.

Saking jarangnya menemui anaknya, sang anak pun sempat menolak bertemu dengan Siti. “Ngapain Kungkung (Mama) datang kalau cuma sehari terus pergi lagi,” ujar Akiong menirukan Rio.

“Tahun 2016 lalu, dia pernah datang waktu Lebaran. Kita tidak melarang dia datang,” lanjutnya.

Menurut Akiong, Siti dan Ajun bercerai tahun 2012. Akiong membenarkan bahwa keduanya cerai karena Siti berselingkuh dengan pria lain saat berada di Malaysia.

“Nah iya itu, sudah ketemu sama warga, kan? Kalau saya omong apa adanya. Ya mungkin ada kecemburuan anak saya,” kata Akiong.

Tetapi, sejak keduanya bercerai, hubungan keluarga Akiong dengan Siti dan keluarganya di Serang, Banten, masih baik. Siti tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga mantan suaminya.

“Ya namanya juga dia ibunya, masak kita mau halang-halangi dia ketemu sama anaknya. Kan tidak boleh. Bagaimanapun, Siti kan yang melahirkan cucu saya,” lanjutnya.

Sebelum akhirnya kembali pulang ke Serang, Siti memberikan uang jajan Rp 300 ribu kepada anaknya. “Sebelum ke sini, dia pulang dulu ke Serang, katanya sakit. Memang anaknya terlihat kurusan waktu terakhir datang itu,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan The Star, Siti adalah perempuan kelahiran 11 Februari 1992. Data diri Siti di paspor ini juga mencantumkan tanggal lahir yang sama, yakni 11 Februari 1992. Paspor ini berlaku sampai 17 November 2019.

Siti diduga bersama dengan seorang wanita berpaspor Vietnam menghabisi nyawa Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Awalnya, Jong-nam berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur karena hendak ke Makau. Namun dia merasa disekap dari belakang.

Media Korea Selatan, TV Chosun, menyebut Jong-nam diracuni dengan jarum suntik oleh dua wanita. Pada 15 Februari, seorang perempuan berpaspor Vietnam ditangkap di bandara itu. Perempuan kedua yang ditangkap pada 16 Februari pukul 02.00 waktu setempat adalah Siti Aisyah, yang sebelumnya disebut oleh otoritas setempat sebagai Siti Aishah.(mb/detik)

Related posts