Keluarga Gelisah Menunggu Nasib Siti Aisyah di Malaysia

Metrobatam, Serang – Keluarga Siti Aisyah di Kampung Ranca Sumur, Pabuaran, Serang, sudah beberapa hari ini gelisah. Kabar penangkapan Aisyah di Malaysia membuat orang tuanya, Benah (50) dan Asria (55), kesulitan tidur.

“Tadi tidur sebentar, cuma kebangun lagi,” kata Asria, ayah Aisyah, di Serang, Sabtu (18/2).

Read More

Asria masih tak percaya putri bungsunya disangkakan ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Apalagi Aisyah, disebut Asria, merupakan anak yang polos.

Gelisah menunggu kabar soal nasib Aisyah juga diungkapkan ibunya, Benah. Selain gelisah dan sulit tidur, Benah mengaku tak nafsu makan karena selalu memikirkan Aisyah.

“Bapak mah tidur, Ibu mah kebangun terus-terus. Kepikiran Eneng,” sambung Benah, yang matanya tampak sembab karena kurang tidur.

Asria dan Benah meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk mendampingi putrinya yang terjerat kasus hukum. Keluarga yakin Aisyah tidak bersalah.

“Saya ingin minta tolong sama Bapak Presiden Jokowi sama Pak Jusuf Kalla. Anak Ibu tidak bersalah, minta dibebasin. Minta dibebasin saja sudah,” tutur Benah.

Aisyah saat ini masih ditahan kepolisian Malaysia. Pihak KBRI belum dapat menemuinya. Pada Jumat (17/2), Aisyah menjalani rekonstruksi bersama wanita yang memegang paspor Vietnam atas nama Doan Thi Huong di Kuala Lumpur International Airport.

“Yang bersangkutan (Aisyah) suspect atau tersangka dari hasil pengembangan penyidikan polisi Malaysia,” sebut Wakil Dubes RI untuk Malaysia Andreano Erwin.

Belum Bisa Ditemui KBRI
Siti Aisyah, tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, belum bisa ditemui pihak KBRI. Aisyah masih meringkuk di tahanan kepolisian Malaysia.

“Sejauh ini kami belum dapat menemuinya. Yang bersangkutan saat ini masih ditahan oleh kepolisian Malaysia,” ujar Wakil Dubes RI untuk Malaysia Andreano Erwin saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (18/2).

Aisyah bersama tersangka lainnya, yakni seorang wanita yang memegang paspor Vietnam atas nama Doan Thi Huong, menjalani reka ulang kejadian di Kuala Lumpur International Airport, Jumat (17/2). Dalam reka ulang, mereka mengaku mengusapkan cairan yang diduga racun ke wajah Jong-Nam.

“Yang bersangkutan (Aisyah) suspect atau tersangka dari hasil pengembangan penyidikan polisi Malaysia,” sebut Andreano.

Keponakan Aisyah, Iqbal, sebelumnya menyebutkan Aisyah mengaku bekerja untuk program reality show berisi lelucon. Sudah beberapa kali Aisyah ikut reality show dengan upah Rp 2-3 juta.

Iqbal tak tahu persis program reality show yang dimaksud. Aisyah hanya bicara soal larangan dari perekrutnya untuk melihat tayangan dari hasil syuting reality show yang dibuat.

Dalam kasus ini, polisi Malaysia juga menangkap Ri Jong-Chol. Ri Jong-Chol merupakan warga Korut pertama yang ditangkap terkait dengan pembunuhan Jong-Nam.

Kepolisian Malaysia meyakini dia sebagai satu dari empat pria yang terekam kamera CCTV bersama Doan dan Aisyah pada hari kejadian, 13 Februari, dan sehari sebelum kejadian di Bandara Kuala Lumpur. Saat ini polisi Malaysia masih memburu tiga orang lainnya.(mb/detik)

Related posts