Ketua Gema Minang dan Tokoh Pemuda Minang Membesuk Kondisi Tio Arisandi Korban Begal di Batuaji

Ketua Gema Minang Antoni Lendra bersama pengurus dan Tokoh pemuda Minang menjenguk Tio di RS Elisabet Batam Centre (foto : Batamnews)

Metrobatam.com, Batam – Tio Arisandi, korban kebejatan pelaku begal, di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Senin (27/2), yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) menjadi korban begal di Jembatan Nato, Sagulung, Batuaji pada, Sabtu (25/2/2017) sekira pukul 23.00 WIB.

Saat ditemui di RS Elisabet Batam Centre. Tio tampak terbaring lemah di ruang rawat inap lantai II rumah sakit tersebut. “Lukanya cukup serius,” kata Zulkarnain, orangtua Tio

Bacaan Lainnya

Diceritakannya, pada malam naas itu, dirinya sempat melawan pelaku begal yang menganiayanya. Tio menceritakan, pelaku begal yang mengeroyoknya berjumlah lima orang. “Saya lihat mereka (begal) sedang minum-minum, lalu saya dihadang mereka di dekat jembatan, saya melawan,” ceritanya.

Tio mengakui mengalami sejumlah luka sabetan benda tajam. Namun beruntung, dia bisa meloloskan diri.

Sampai di rumah, Tio melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke sejumlah teman dan tetangga. Melihat darah di tubuh Tio, para tetangganya kemudian membawanya ke RSUD Embung Fatimah. “Dapat bacokan, saya kabur ke rumah karena jaraknya juga dekat, lalu tetangga yang melihat langsung membawa saya ke Embung Fatimah,” kenangnya.

Sesampainya di RSUD, Tio langsung mendapatkan perawatan. Namun, karena peralatan medis tidak memadai, Tio akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Santa Elisabeth.

Ketua Gema Minang, Antoni Lendra yang datang bersama beberapa pengurus Gema Minang, diantaranya M Ainul, Eza Pendri, beberapa tokoh Minang dan belasan pemuda Minang langsung melihat kondisi Tio. “Semoga lekas sembuh ya,” kata pria yang akrab disapa Boni ini saat melihat kondisi korban.

Usai menjenguk Tio, Boni meminta warga Minang di Batam jangan terpancing emosi atas kejadian ini. “Jangan sampai menimbulkan riak dibawah, serahkan kasus ini sama polisi. Tapi, kami minta polisi segera menangkap pelakunya,” kata Boni.

Ia menambahkan, kepada warga Minang yang ada di Batam segera mendaftarkan diri ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) masing-masing. “Agar warga kita disini (Batam) terdata,” ujarnya.

“Biar kita saling mengenal dan mengetahui berapa banyak warga Minang di Batam ini, daftarkanlah diri ke DPC masing-masing,” kata Amir Husin, Ketua DPC Gema Minang Batuampar menambahkan perkataan Boni.

“Dengan begitu (mendaftarkan diri), kita semua di Batam bisa kompak dan saling mengenal,” kata M. Ainul, salah seorang tokoh warga Minang yang ikut menjenguk Tio.

Mb/Bn/Hk

Pos terkait