Korsel: Pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia Bukti Kenekatan Korut

Seoul, – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meyakini bahwa pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un didalangi pemerintah Korut. Menurut Perdana Menteri (PM) Korsel Hwang Kyo-ahn, pembunuhan tersebut menunjukkan kebrutalan dan kenekatan pemerintah Korut.

“Pembunuhan yang dilakukan di tempat publik di sebuah bandara internasional negara ketiga tersebut merupakan perbuatan kriminal yang tak bisa diampuni dan tidak manusiawi, dan jelas menunjukkan kenekatan dan kebrutalan rezim Korut yang akan menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan rezim,” cetus Hwang dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Korsel seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (20/2).

Read More

“Seperti yang kita lihat dalam kasus ini, taktik terorisme rezim Korut semakin berani, jadi kira harus lebih waspada akan kemungkinan teror oleh rezim Korut terhadap pemerintahan dan rakyat kita,” imbuh Hwang.

Kim Jong-Nam meninggal setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin (13/2) lalu. Pemerintah Korsel menyebut agen-agen Korut melakukan pembunuhan tersebut.

Sejauh ini, empat orang telah ditangkap terkait kasus ini, yakni seorang wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong (28), seorang wanita Indonesia bernama Siti Aisyah (25), seorang pria Korut bernama Ri Jong-Chol (47) dan seorang pria Malaysia bernama Muhammad Farid Jalaluddin (26) yang disebut sebagai kekasih Siti Aisyah.

Kepolisian Malaysia saat ini tengah memburu empat pria Korut, yakni Rhi Ji-Hyon (33) yang tiba di Malaysia pada 4 Februari, Hong Song-Hac (34) yang tiba di Malaysia pada 31 Januari, O Jong-Gil (55) yang tiba di Malaysia pada 7 Februari, dan Ri Jae-Nam (57) yang tiba di Malaysia pada 1 Februari.

Selain keempat pria Korut yang diduga sebagai agen Korut itu, kepolisian Malaysia juga tengah memburu seorang warga Korut lainnya bernama Ri Ji-U (30) alias James dan dua pria lainnya yang identitasnya tidak disebut. Peran ketiganya tidak dijelaskan lebih lanjut. Namun kepolisian Malaysia menyatakan, pria-pria itu dibutuhkan untuk membantu penyelidikan.(mb/detik)

Related posts