Siti Aisyah Agen Korut? Mantan Mertua: Bahasa Inggris Saja Tak Bisa

Metrobatam, Jakarta – Siti Aisyah ditangkap karena diduga membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Laporan awal, pelaku pembunuhan Kim Jong-nam, menyebut pelaku adalah agen mata-mata Korea Utara.

Menanggapi hal tersebut, mantan mertua Siti Aisyah, Lian Kiong alias Akiong (56) sama sekali tidak mempercayai hal itu.

Bacaan Lainnya

“Hah? Agen Korea Utara? Enggak mungkin lah,” kata Akiong saat ditemui di kediamannya di Jl Samarasa I, Tambora, Jakbar, Kamis (16/2) malam.

Akiong meragukan jika Siti bisa menjadi seorang agen mata-mata. Siti hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Bisa jadi agen dari mana? Bahasa Inggris saja dia enggak bisa, bahasa Mandarin juga enggak bisa. Enggak mungkin lah jadi agen, kan jadi agen itu harus bisa banyak bahasa kan?” tuturnya.

Akiong juga tidak percaya jika Siti membunuh Kim Jong-nam. “Enggak mungkinlah, anaknya baik. Baik banget, rajin ibadah, salat,” kata dia. Akiong berharap tuduhan itu tidak benar. Ia berharap Siti bisa terbebas dari segala tuduhan.

“Semoga saja itu tidak benar, enggak mungkin lah dia membunuh,” ucap Akiong.

Tunjukkan Surat Cerai
Lian Kiong atau Akiong menyatakan Aisyah__yang dituduh terlibat pembunuhan Kim Jong Nam__sudah tak memiliki hubungan dengan keluarganya. Lian Kiong menunjukkan surat cerai antara Aisyah dengan mantan suaminya, Gunawan Hasyim kepada petugas Kemlu.

Surat cerai keduanya ditulis dengan tulisan tangan. Surat cerai itu diperlihatkan mantan mertua Siti Aisyah, Lian Kiong atau Akiong, saat ditemui Kepala Seksi Malaysia, Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Rahmat Hindiarta di rumah Akiong, Jl Samarsa I, no 03, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (17/2).

Surat bermateria Rp 6.000 itu ditandatangani oleh Gunawan, Siti Aisyah, serta Lion Akiong sebagai saksi. Surat itu ditulis pada Minggu (1/2/2012) lalu.

Dalam surat itu tertulis keduanya bercerai karena sudah tidak ada keharmonisan dan kecocokan sebagai suami-istri.

Sebelumnya, setelah bercerai dengan Gunawan Hasyim alias Ajun, Siti Aisyah jarang ke rumah mertuanya di Tambora, Jakarta Barat. Siti hanya setahun sekali menemui keluarga Ajun untuk melepas rindu terhadap anaknya, Rio (7).

“Habis mereka cerai itu, dia (Siti) jarang ke sini, paling setahun sekali. Terakhir ke rumah saya itu Imlek kemarin, tanggal 28 Januari,” kata Lian Kiong (56) alias Akiong, mantan mertua Siti, saat ditemui wartawan di Tambora, Jakarta Barat, Kamis (16/2/).

Siti terdaftar sebagai warga di Jl Angke Indah 5 No 16 RT 05 RW 03 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Saat tinggal bersama Ajun itulah Siti membuat paspor. “Dia datang terus nginap sehari, tidur sama cucu saya itu (anak Siti), besoknya pulang lagi,” kata Akiong.

Saking jarang menemui anaknya, sang anak pun sempat menolak bertemu dengan Siti. “Ngapain Kungkung (Mama) datang kalau cuma sehari terus pergi lagi,” ujar Akiong menirukan Rio.

“Tahun 2016 lalu, dia pernah datang waktu Lebaran. Kita tidak melarang dia datang,” lanjutnya.(mb/detik)

Pos terkait