Tertipkan Ternak Babi Liar di Kawasan Hutan Resapan Air, BP Batam Tunggu Anggaran

Penertiban peternakan babi bandara Hang Nadim Batam (antarakepr)

Metrobatam.com, Batam – Badan Pengusahaan Batam masih menunggu anggaran untuk meneribkan keberadaan ribuan ternak babi liar pada kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang yang selama ini menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami belum ada anggarannya, untuk menertibkan tentu butuh dana,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Kepulauan Riau, Jumat.

Read More

Jika anggaran untuk penertiban sudah turun, kata dia, maka kegiatan penertiban akan dilaksanakan pada Februari ini.

“Target kami memang Februari ini. Mudah-mudahan anggarannya segera turun sehingga kawasan itu bisa dibersihkan dari peternakan babi dan kegiatan liar lainnya,” kata dia.

Sebelumnya tim terpadu dari BP Batam sudah merobohkan kandang-kandang yang digunakan untuk peternakan babi pada kawasan Duriangkang. Namun babi-babi yang diternakan tidak ditangkap atau dipindahkan ke tempat lain.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro sebelumnya mengatakan pihaknya akan memindahkan ribuan ekor babi yang selama ini diternak secara ilegal di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang agar tidak mencemari air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada lokasi baru tersebut, kata dia, peternak akan diberikan jangka waktu tertentu untuk menjual ternaknya kemudian akan ditutup.

“Dalam waktu tertentu, mungkin enam bulan semua ternak harus sudah habis. Lokasinya akan kami tutup bagi peternakan,” kata Hatanto.

Menurut Hatanto, mencari lokasi yang pas untuk penampungan ternak babi sementara tersebut bukanlah hal mudah. Mengingat tidak semua orang bersedia berdekatan dengan ternak itu.

“Namun yang pasti secepatnya Duriangkang harus bersih dari ternak babi. Termasuk ternak ayam, perkebunan, dan kegiatan liar lainnya. Hutan Dam Duriangkang harus dikembalikan fungsinya sebagai kawasan serapan air yang akan digunakan sebagai air baku bagi masyarakat,” kata dia.

Masyarakat Batam yang mengetahui bahwa kawasan Duriangkang terdapat peternakan babi merasa risau, mengingat air dam tersebut menjadi sumber utama air bersih di pulau ini.

Pihak MUI Batam sebelumnya juga menyatakan jika sampai tercemar kotoran babi, maka air Dam Duriangkang haram dikonsumsi.

 

Mb/Antara

Related posts