Gandeng BNN, Sekwan DPRD Kota Batam Wacanakan Lakukan Test Urine

Ilustrasi. Sampel urine milik ratusan pejabat jajaran Pemkab Sampang yang dites oleh petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Foto : Net

Metrobatam.com, Batam – DPRD Kota Batam dalam waktu dekat akan melakukan test urine kepada seluruh pegawainya, baik PNS maupun tenaga honorer, termasuk juga nantinya 50 anggota DPRD. Dalam proses pelaksanaan nanti akan melibatkan BNN Kepri.

Sekwan DPRD Kota Batam, Asril melalui Kabag Humas dan Protokol, Taufik menyampaikan wacana test urine ini telah disampaikan kepada semua pihak, hasilnya mereka sangat mendukung penuh agar kegiatan ini bisa direalisasikan.

Read More

“Kita telah sampaikan ini kepada Pimpinan DPRD Kota Batam, beliau mendukung penuh untuk dilakukan test urine terhadap seluruh pegawai dan anggota DPRD Kota Batam,” ujarnya ketika diwawancarai dalam ruangan Humas DPRD Kota Batam, Rabu (1/3).

Dilanjutkannya, program tes urine yang akan direalisasikan nanti akan dimulai dengan acara sosialisasi terlebih dahulu, perihal dampak negatif Narkoba terhadap diri sendiri maupun lingkungan, melalui sebuah forum atau diskusi.

“Tujuannya agar mengingatkan kembali kepada seluruh pegawai tentang bahaya narkoba khusus disini, dan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat serta turut menumbuhkan kepercayaan mereka terhadap DPRD Kota Batam,” sampai dia.

Pasalnya, terang Taufik langkah preventif lebih baik dilakukan seperti adanya kegiatan positif dengan program nyata sehingga akan menimbulkan kesadaran bagi sipengguna narkoba untuk dapat memberhentikan pemakaian.

Ditambahkannya, jumlah seluruh pegawai di DPRD Kota Batam sebanyak 238 orang, dimana 72 orang PNS dan 166 orang tenaga honorer, diharapkan dengan kegiatan ini mampu kembali menumbuhkan kesadaran tentang bahaya narkoba.

Ditempat berbeda Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Batam, Ruslan M Ali Wayim menyambut baik wacana ini, dia mendesak agar secepatnya dilaksanakan test urine terhadap seluruh pegawai DPRD Kota Batam. karena langkah preventif lebih baik dilakukan daripada rehabilitatif.

“Narkoba ini adalah musuh bersama, untuk itu aparatur sipil negara juga harus ikut memerangi, dan kita menyambut baik dan mendukung wacana ini, langkah pensterilan perlu dilakukan sedari dini, sebab jika sudah terkena pasti akan berdampak terhadap indivunya dan berujung kurang maksimaknya kinerja,” sampainya.

Dia menjelaskan, semangat ini hendaknya tidak saja di kantor DPRD Kota Batam namun juga bisa menular kepada seluruh OPD lain di Kota Batam, meskipun kita ketahui bersama bahwa peran ini dilakukan oleh BNN, tapi setidaknya Pemerintah harus mengambil peran.

“Kalau perlu kedepan test urint dilakukan secara periodik terhadap seluruh aparatur sipil OPD di Kota Batam, dan kita akan desak pembuatan regulasi agar bisa dianggarkan mulai sosialisasi, sampai realisasi,” tutup Ruslan.

Mb/Hk

Related posts