Isu Penculikan Anak Resahkan Masyarakat

Metrobatam.com, Batam – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepulauan Riau menilai maraknya isu penculikan membuat masyarakat resah dan ketakutan secara berlebihan.

“Kasus penculikan anak yang terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama ibu-ibu di Batam. Bahkan menyebabkan phobia yang berlebihan, itu wajar karena kejahatan terhadap anak marak belakangan ini,” kata Komisioner KKPAD Kepri Erry Syahrial di Batam, Senin.

Bacaan Lainnya

Berbagai isu yang beredar dan meresahkan masyarakat di antaranya penculikan oleh orang yang berpura-pura gila, yang menculik untuk mengambil organ tubuh anak.

Erry menegaskan berdasarkan koordinasi KPPAD Kepri dengan kepolisian, belum ada kasus penculikan anak yang dilakukan oleh pemulung dan membawa obat bius yang berpura-pura gila bila tertangkap aparat kepolisian.

Kasus mengambil anak di Batam memang ada, namun dilakukan oleh orang tua atau suruhan karena perebutan hak asuh anak.

Erry menyesalkan berbagai pemberitaan di media sosial yang menambah keresahan masyarakat.

Menurut dia, informasi di media sosial banyak yang tanpa informasi dan konfirmasi lengkap telah menjadi teror psikologis masyarakat tanpa mengenal ruang dan waktu.

Bahkan ada yang menyebarkan kejadian penculikan anak di daerah lain, tapi kemudian mengubah dan menyebutkan itu terjadi di Batam. Padahal penculikan itu juga belum terkonfirmasi kebenarannya.

“Tadi ada seorang ibu yang kehilangan anak selama 1 jam sehingga dengan perasaan tidak menentu cari anak ke berbagai tempat. Ternyata anak habis jam sekolah langsung pergi ke tempat temannya tanpa izin,” ceritanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan orang tua untuk menambah kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap anak.

“Ajari anak menyelamatkan diri bila bertemu dengan orang jahat,” katanya

 

Antara

Pos terkait