Kapolri: Jangan Kampanye Negatif di Pilkada, Jangan Aksi Anarkis

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat mempercayakan penjagaan tempat pemungutan suara (TPS) kepada Polri. Warga harus ikut serta menjaga ketertiban pada pilkada.

“Di Jakarta masih ada operasi kepolisian Mantap Praja untuk mengamankan TPS, kampanye, kotak suara, penghitungan, pelantikan,” ujar Tito kepada wartawan di Wisma Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/3).

Bacaan Lainnya

Tito membandingkan kondisi Jakarta dengan pelaksanaan pemilu di Belanda. Kepolisian di Belanda menurutnya tidak melakukan operasi khusus karena warga terlibat aktif menjaga ketertiban.

“Semua pihak yang ada di Jakarta wajib menunjukkan demokrasi berjalan, setiap masyarakat bebas menentukan pilihannya dengan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia. Berkampanye boleh tapi jangan sampai kampanye negatif,” sebutnya.

Karena itu Tito berharap tidak ada intimidasi-intimidasi yang dilakukan warga terkait pilkada DKI putaran kedua. Kampanye-kampanye negatif harus dihentikan.

“Berikan pencerahan pada masyarakat, jangan sampai terjadi aksi anarkis dalam bentuk apa pun juga. (Tindakan anarkistis) itu menunjukkan kemunduran demokrasi dan kita lihat saja. Saya yakin kita ingin semuanya Pilkada aman, damai, rakyat bebas memilih sesuai pilihan masing-masing,” ujarnya.

“Kampanye silakan berlangsung, kampanye positif. Jual program tapi jangan sampai jual yang negatif,” imbuhnya.

Dia menegaskan, Polri akan menindak tegas bagi para pelanggar aturan hukum terkait pilkada.

“Kalau nanti ada yang menggunakan cara-cara kekerasan, ilegal, tidak sesuai aturan hukum, bukan saja kita akan lakukan tindakan dari kepolisian, atau Gakumdu dengan UU Pemilu. Kalau pidana masuknya kepolisian, tapi kita minta masyarakat memberikan sanksi sosial kepada mereka yang melakukan aksi-aksi non demokratik yang membatasi kebebasan pemilih,” imbuhnya.(mb/detik)

Pos terkait