KPK: Pedang Pemberian Arab Saudi Pertukaran Cinderamata Biasa

Metrobatam, Jakarta – Pedang berwarna keemasan pemberian Kerajaan Arab Saudi kepada Mabes Polri disebut hanyalah sebuah cinderamata. Pihak Mabes Polri pun melaporkan adanya pemberian pedang tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif mengatakan, pemberian pedang ini merupakan pertukaran cinderamata biasa. Pasalnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyerahkan bingkisan berupa plakat kepada pihak Arab Saudi.

Read More

“Ketika Kapolri terima ini (pedang), Kapolri juga menyerahkan plakat. Ini pertukaran cinderamata biasa,” kata La Ode usai menerima laporan pedang Mabes Polri, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).

KPK pun akan menyelidiki keaslian material emas pada pedang tersebut melalui Direktorat Gratifikasi KPK.

“Mengenai keaslian ini emas atau tidak, nanti akan dicek dibagian gratifikasi. Biasanya butuh waktu 10 sampai 15 hari untuk menyelesaikan laporan. Setelah itu kami akan laporkan apakah bisa disimpan atau diletakkan di museum. Nanti akan kita laporkan,” ungkap La Ode.

‎Sebelumnya, ‎Kepala Koordinator Sekretaris Pribadi Kapolri (Kakorspri) Kombes Dadang Hartanto memperkirakan pedang tersebut bukan bersumber dari material emas. Ia meduga pedang tersebut hanya berwarna keemasan. Pedang itu juga ditaksir seharga hanya Rp10 juta.

‎Sekadar diketahui, cinderamata dengan bentuk pedang itu sebelumnya diberikan saat kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia. Pedang itu merupakan hadiah yang melambangkan keamanan dan pertahanan.

Menurut Dadang, tujuan pihaknya melaporkan pedang pemberian Kerajaan Arab Saudi itu sebagai bentuk kepatuhan Polri terhadap Undang-Undang (UU) Tipikor.

“Perlu kami sampaikan dengan maksud dan tujuan untuk melaporkan gratifikasi. Ini bentuk kepatuhan kami, khususnya Bapak Kapolri terhadap UU Tindak Pidana Korupsi,” jelasnya.

Dadang menuturkan, berdasarkan informasi yang berkembang pedang pemberian Arab Saudi kepada Polri merupakan pedang emas. ‎Namun, setelah dicek, pedang itu diperkirakan bukan pedang emas.

“Namun faktanya bisa sama-sama kita buka (sambil buka pedangnya), ini pedang sekira 1 meter. Kami perkirakan ini bukan pedang emas, tetapi pedang berwarna keemasan. Perkiraan harga sekira 10 jutaan,” ungkap Dadang.

Pedang yang diantar Mabes Polri itu diterima oleh Wakil Ketua KPK La Ode Muhammad Syarif. Setelah itu, lembaga antirasuah akan memeriksa apakah pedang itu apakah bisa dikembalikan ke Polri atau tidak.

“Nanti akan di cek, beberapa hari, apakah keputusannya dikembalikan, ataukah di sini,” ujarnya.(mb/okezone)

Related posts