Melahirkan di Tengah Longsor, Bidan Sari Ditandu 8 KM ke RS

Metrobatam, Padang – Bidan Desa Yunita Sari (27) terpaksa ditandu sejauh 8 kilometer dari lokasi banjir dan longsor di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Pasalnya, akses ke lokasinya terputus dan tertimbun longsor.

Menurut kisahnya yang disampaikan oleh Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Bidan Sari ini melahirkan di lokasi bencana banjir dan longsor. “Dia melahirkan saat hendak menuju rumah pasiennya, Esis (19). Saat itu bidan Sari yang juga sedang hamil hampir 11 bulan. Belum sempat membantu pasienya itu, Sari mengalami kontraksi dan harus melahirkan,” tuturnya, Kamis (9/3).

Read More

Karena terputusnya akses jalan untuk menuju rumah sakit akibat longsor, Sari pun harus rela melahirkan dalam keadaan darurat. “Usai melahirkan darurat, Sari terpaksa ditandu warga sejauh 8 kilometer untuk mencari bantuan berupa kendaraan agar mendapat perawatan ke rumah sakit,” ujarnya.

Tandu yang dipakai bukanlah tandu seperti medis gunakan atau tim penangana korban. Tandu yang dipakai secara darurat terbuat dari satu batang kayu yang dililit dengan kain panjang sebagai tempat berbaring bidan Sari. Warga yang membantu bergantian hingga sampai ke lokasi kendaraan yang menjemput.(mb/okezone)

Related posts