Piton Tak Bisa Bedakan Mangsa, Hanya Berpatokan pada Suhu Tubuh

Metrobatam, Jakarta – Seekor ular sanca batik jenis Malayopython reticulatus di Mamuju, Sulawesi Barat, menelan Akbar, seorang pria berumur 25 tahun di kawasan hutan sawit. Ternyata, ular sebenarnya tidak mengetahui yang dimangsa itu termasuk dalam rantai makanannya atau bukan.

Tim Rescue dan Edukasi komunitas pecinta reptil, Aspera, Arbi Krishna mengatakan, penglihatan ular sangat buruk. Dia tidak bisa membedakan secara kasat mata antara hewan dengan manusia untuk dimangsanya. Dia memangsa berdasarkan suhu tubuh korbannya.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya kondisi ular itu tidak bisa memebedakan mana mangsa yang sesungguhnya, apakah babi, kelinci, kerbau atau yang lain. Karena piton ini memburu mangsanya menggunakan sensor panas, matanya kurang baik. Segala sesuatu yang tubuhnya panas dia anggap itu adalah mangsa, ancaman buat dia,” kata Arbi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (31/3).

Kembali, ke soal Akbar yang ditelan piton di Mamuju. Arbi mengatakan, sebenarnya kasus ular menelan manusia sangat jarang terjadi. Karena pada dasarnya ular itu takut dengan manusia. Namun, jika ular merasa dalam kondisi terancam, maka ular akan agresif dan melakukan penyerangan untuk mempertahankan diri.

“Dasarnya ular itu takut manusia. Cuma kondisinya karena orang ini sendiri di hutan sawit dan dia berpapasan sama ular, ada kemungkinan manusia yang memulai kontak duluan, atau bisa jadi kedua-duanya kaget. Karena satwa liar itu pasti nyerang,” kata arbi.

Saat menyerang manusia, ular akan melilit bagian leher korban sehingga tidak bisa bernafas. Bila dipastikan korbannya sudah tidak bernyawa barulah akan ditelan perlahan.

“Korban pasti mati dulu, karena ular piton ini karakternya memakan korban yang mati. Ular menyangka manusia ini adalah mangsa yang melawan. Biasanya ada battle (perlawanan-red) dulu. Lilitan ular itu bukan untuk meremukkan, tetapi untuk mematikan saja. Menghentikan saluran pernafasan,” katanya.

Arbi mengatakan, jika ular bisa sampai menelan korbannya, artinya ular tersebut dalam keadaan nyaman. “Kalau kondisinya sampai ditelan, artinya ular dalam keadaan nyaman, tidak stres. Kalau dia cuma membunuh saja, tidak sampai ditelan dan ditinggal, artinya dia stres dan untuk mepertahankan diri saja,” katanya.(mb/detik)

Pos terkait