Sejumlah Sungai di Bengkulu Meluap, Rumah dan Sawah Warga Terendam Banjir

Metrobatam, Bengkulu – Banjir melanda Kota Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akibat meluapnya sungai menyusul hujan deras. Ratusan rumah dan puluhan hektar sawah terendam. Tapi, warga masih bertahan di rumahnya.

Ratusan rumah di RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya, dan RT 3 Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, hari ini terendam banjir hingga 1 meter di titik-titik tertentu.

Read More

Tidak hanya itu, banjir akibat meluapnya Sungai Air Bengkulu itu juga merendam puluhan hektare sawah dan jalan didua kelurahan tersebut.

”Di Tanjung Jaya dan Tanjung Agung ada ratusan rumah yang terendam. Kedalaman banjir bervariasi dari 80 cm hingga 1 meter,” kata Ketua RT 1 Kelurahan Tanjung Jaya, Junaidi, Rabu (8/3).

Hingga kini debit air di sana terus meningkat. ”Masyarakat masih bertahan di rumah dan berusaha mengamankan harta benda agar tidak terkena banjir yang sewaktu-waktu akan meningkat,” ujarnya.

Sementara itu ratusan rumah di Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, masih terendam banjir setinggi sekira 50 cm. Banjir tersebut disebabkan meluapnya Sungai Selagan sejak Selasa 7 Maret 2017.

”Aliran sungai kembali meluap. Sehingga ratusan rumah di Pondok Batu terendam banjir yang tingginya bervariasi,” kata Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Mukomuko, Hitatun Arazak.

Masyarakat di Pondok Batu masih bertahan di rumah, guna mengamankan harta benda milik mereka. ”Masyarakat tidak ada yang mengungsi,” ujar Hitatun.

Saat ini, debit air Sungai Selagan masih tinggi. Sehingga potensi banjir masih mengancam pemukiman penduduk di tiga kecamatan yakni Kota Mukomuko, Teras Terunjam, dan Kecamatan XIV Koto.

”Status kita masih siaga I. Petugas dan perlengkapan dan peralatan sudah kita siagakan,” terang Hitatun.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Bengkulu, hingga kini masih siaga I banjir, karena debit air Sungai Ketahun dan Sungai Ar Kotok masih tinggi.

”Debit air masih tinggi, jadi kita masih siaga I terhadap potensi banjir susulan yang sewaktu-waktu akan terjadi,” kata Kepala Subbid Logistik BPBD Lebong, Eddy Samudera.

Dua aliran sungai itu melintasi tiga kecamatan serta sembilan desa di Lebong. Seperti, Desa Embong Panjang, Muara Ketayu, Suka Marga, Nangai Amen, Sungai Gerong, Kampung Jawa, Tunggang, Pasar Melintang dan Nanga Nyaman.

BPBD menyiagakan petugas dan dua unit perahu fiber untuk antisipasi jika banjir datang. ”Dampak yang paling besar jika air sungai meluap hanya tiga desa, yang dihuni oleh ribuan jiwa,” jelas Eddy.(mb/okezone)

Related posts