Sosok KH Hasyim Muzadi, Peduli Terhadap Nasib Kiai dan Pesantren di Indonesia

Metrobatam, Jakarta – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi meninggal dunia sekira pukul 06.15 WIB di kediamannya di Malang, Jawa Timur. KH Hasyim diketahui sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Maman Imanulhaq mengenang sosok KH Hasyim yang kerap menginspirasi melalui dakwah-dakwahnya dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kiai Hasyim sosok yang memberi inspirasi kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami bagaimana cara menjelaskan posisi Islam dalam kehidupan global dan peran para dai dalam membangun bangsa dan negara,” kata Maman kepada Okezone, Kamis (16/3).

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu memiliki kepedulian terhadap nasib pesantren di seluruh Indonesia.

“Sosok yang punya kepedulian terhadap nasib kiai dan pesantren. Selain orator beliau adalah pendengar yang baik. Kaum muda seperti kami sangat kehilangan Kiai Hasyim,” tuturnya.

KH Hasyim lahir di Bangilan, Tuban, Jawa Timur pada 8 Agustus 1944. Ia meninggal dunia di usia yang belum genap 72 tahun. Kesehatannya menurun sejak beberapa bulan terakhir dan sempat dirawat di RS Lavalette, Kota Malang, Jawa Timur.

Mantan calon wakil presiden 2004 itu akan disemayakan di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat. Kiai Hasyim akan diterbangkan dari Malang siang nanti.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengenang sosok KH Hasyim Muzadi sebagai figur yang memiliki peran dalam pembangunan di Indonesia. “Beliau tokoh yang ikut mengarahkan dan membimbing rakyat Indonesia dengan benar dan nyaman,” ujar Mahfud saat dihubungi detikcom, Kamis (16/3).

Mahfud juga menilai tokoh Nahdlatul Ulama itu memiliki gaya ceramah yang memikat dan mampu menarik perhatian. Dalam ceramah, KH Hasyim Muzadi juga memberi lelucon yang relevan dengan kondisi masyarakat terkini.

“Kalau berceramah kalem dan penuh dengan anekdot yang relevan dengan apa yang dibicarakan. Beliau kalau bicara tidak panas tapi tetap masuk ke substansial,” kenang Mahfud.

Jenazah Hasyim Muzadi rencananya akan diterbangkan dari Malang menuju Jakarta. Kemudian akan dikebumikan di komplek Ponpes Al Hikam, Depok. Mahfud akan ikut untuk melepas kepergian anggota Wantimpres itu.

“Saya akan berusaha ke Jakarta ikut melepas karena saat ini berada di luar kota. Bukan hanya NU yang kehilangan beliau tapi rakyat Indonesia,” ujar Mahfud.

Hasyim Muzadi wafat di usia 72 tahun di kediamannya di Kompleks Ponpes Al Hikam Malang, Jawa Timur. Dia sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu kemudian memilih masa pemulihan di kediamannya.(mb/okezone/detik)

Pos terkait