Tak Ingin Dicerai, Pemuda Ini Ajak Keluarganya Bunuh Diri

Metrobatam, Medan – Satu keluarga yang terdiri dari tiga orang, yakni Ernawati (Ibu), Prana Rahmadan (anak) dan anak dari Prana Rahmadan yang baru lahir, nyaris bunuh diri dengan cara melompat ke sungai dari sebuah jembatan perlintasan kereta api di Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Selasa (18/2).

Beruntung aksi itu cepat diketahui Polisi dan warga sekitar yang kemudian membujuk Ernawati dan Prana untuk mengurungkan niat mereka untuk bunuh diri.

Bacaan Lainnya

Kapolseka Medan Barat, Victor Ziliwu mengatakan, aksi percobaan bunuh diri itu bermula dari kesalahpahaman Prana akan kedatangan kakaknya Leny Sumarni ke rumah mereka. Prana awalnya menyangka sang kakak datang untuk menceraikannya dengan sang istri Riska Dayanti Harahap.

“Karena tak mau bercerai, Prana mengancam akan menikam istrinya. Sang istri kemudian melaporkan ancaman itu ke petugas kita. Petugas kita kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan ternyata rumah sudah kosong. Anak korban yang baru lahir juga tidak ada. Ternyata dari informasi warga suami dan anak korban bersama mertuanya ada di jembatan dan hendak melompat ke sungai. Petugas kita langsung kesana dan mencegahnya,” kata Victor.

Sesampainya di lokasi tempat satu keluarga itu akan bunuh diri, Polisi dibantu warga kemudian berdialog dengan Prana dan Ernawati.

“Setelah kita berikan penjelasan baru lah suami dan mertua korban paham. Kedatangan kakak korban ke rumah itu sebenarnya bukan untuk menceraikan pasangan muda itu. Melainkan untuk melihat bayi mereka yang baru lahir,” jelas Victor.

“Mendengar fakta itu, korban langsung minta maaf dan memeluk istrinya,” tambah Victor.

Pasca insiden itu, kata Victor, pihaknya sudah meminta Prana untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ia pun meminta kepada keluarga Prana, untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka secaa dialog.

“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. Tadi dia sudah kita mintai untuk membuat surat pernyataan,” tandasnya.(mb/okezone)

Pos terkait