Video PNS Mesum dengan Selingkuhan Hebohkan Warga Nias

Metrobatam, Gunungsitoli – Video amatir adegan mesum membuat heboh dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (25/4).

Penyebabnya, karena video berdurasi 08.07 menit diduga dilakukan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Nias Utara berinisial YN di salah satu Hotel di Gunungsitoli bersama dengan selingkuhannya.

Bacaan Lainnya

Dalam video amatir tersebut terlihat YN bersama selingkuhannya seorang wanita berkulit putih berambut panjang tanpa mengenakan busana dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Adegan mesum oknum PNS bersama selingkuhannya ini direkam seseorang tanpa diketahui kedua pasangan yang tengah ngamar dan melakukan perbuatan asusila tersebut.

Yasidhu salah satu tokoh masyarakat setempat meminta pihak Polres Nias segera mengusut kasus beredarnya video mesum diduga oknum PNS di Nias Utara.

“Saya kira polisi harus bertindak cepat mengusut beredarnya video mesum tersebut. Kan orang yang diduga mirip dengan pelaku di dalam video bisa diklarifikasi, hotelnya bisa diperiksa dan pelaku penyebar video juga bisa dilacak oleh tim cyber crime. Ini harus segera dilakukan agar semuanya jelas,” tandas Yasidhu.

Sementara Bupati Nias Utara Marselinus Ingati Nazara mengaku kaget saat mendengar informasi terkait beredarnya video mesum yang diduga dilakoni oleh oknum PNS Nias Selatan.

Karena video mesum berdurasi 8 menit 7 detik diduga oknum PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan selingkuhannya membuat heboh masyarakat di Kabupaten Nias Utara. “Saya betul-betul terkejut karena baru pagi ini mendengar informasi itu,” ungkapnya.

Menurut Ingati, informasi beredarnya video mesum yang diduga dilakoni oleh oknum ASN, akan dilakukan klarifikasi secara internal terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran video tersebut. “Akan kita lakukan langkah klarifikasi awal melalui pengawasan internal,” kata Ingati.

Bupati Nias Utara, memastikan bahwa bila perbuatan asusila oknum ASN Nias Utara tersebut benar maka akan ditindak hingga dilakukan pencopotan dari pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita lihat dulu tingkat pelanggarannya, soal pencopotan maka kita lakukan klarifikasi internal,” tegasnya.(mb/okezone)

Pos terkait