oleh

Ditangkap Warga, 4 Pasangan Mesum di Aceh Dicambuk

Metrobatam, Banda Aceh – Empat pasangan ikhtilat (bercumbu) yang ditangkap di sejumlah tempat di Banda Aceh dicambuk. Tiga pasangan ditangkap warga dan satu lagi ditangkap polisi syariah.

Pelaksanaan eksekusi cambuk digelar di halaman Masjid Syuhada, Desa Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Selasa (23/5). Sebuah panggung beratap terpal didirikan di sana. Eksekusi cambuk disaksikan warga.

Delapan orang terpidana ikhtilat dipanggil secara bergantian ke atas panggung. Mereka dicambuk dengan jumlah beragam setelah dikurangi masa tahanan. Para terpidana ini ditangkap dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Keempat pasangan ikhtilat ini yaitu SI (25) berpasangan dengan Wah (27), Mus (23) berpasangan dengan perempuan VR (22), Hen (27) berpasangan dengan AR (21) dan MK (27) berpasangan dengan FR (29). Mereka rata-rata warga luar Banda Aceh dan ditangkap di ibukota Provinsi Aceh.

Para terpidana terbukti melanggar pasal 25 ayat (1) mengenai Ikhtilat Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayah. Terpidana menjalani hukuman berkisar antara 22 kali sabetan hingga 29 kali sabetan setelah dikurangi masa tahanan.

Setiap terpidana, dicambuk oleh satu orang algojo. Perempuan VR sempat ditunda eksekusinya karena melambaikan tangan tanda tidak sanggup. Setelah diberi minum air mineral dan diperiksa kesehatan, dia dibawa turun dari panggung.

Eksekusi terhadapnya dilanjutkan kembali setelah proses cambuk pasangan gay selesai. Dia dihadirkan oleh petugas untuk menghadap algojo.

Saat proses cambuk berlangsung, warga menyoraki para terpidana. Masyarakat juga mengabadikannya dengan menggunakan telepon genggam. Proses cambuk selesai pada pukul 12.30 WIB. Setelah berakhir, warga membubarkan diri.

“Yang dicambuk hari ini jarimah ikhtilat empat pasangan dan liwath (gay) satu pasang. Mereka Semuanya ditangkap diseputaran Banda Aceh,” kata Kasat Pol PP dan WH kota Banda Aceh, Yusnardi kepada wartawan.(mb/detik)

News Feed