oleh

Ide Pindah Ibu Kota, Menteri Bambang: Jakarta Sudah Terlalu Berat

Metrobatam, Jakarta – DKI Jakarta dianggap sudah terlalu berat untuk menampung segala komponen sebagai ibu kota negara, karena ada pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis.

Hal ini yang menjadi landasan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewacanakan lagi ide pemindahan ibu kota. Sekarang dipastikan ide tersebut lebih serius.

“Jakarta sudah terlalu berat bebannya,” kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, kepada detikFinance, Senin (8/5/2017).

Berbagai persoalan Jakarta, seperti macet, kepadatan penduduk, banjir hingga permukaan tanah yang turun sudah dirasakan sekarang. Bambang menyebut potensi bencana di Jakarta seakan sudah di depan mata. “Jadi banyak potensi bencana sendiri di Jakarta, terutama banjir,” imbuhnya.

Kondisi tersebut sudah menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam aktivitas di Jakarta. Apalagi kemudian ketika melihat urbanisasi dan degradasi lingkungan di Kota Jakarta dan Pulau Jawa semakin meningkat dan berdampak pada perekonomian dan pembangunan nasional.

Sisi lain yang perlu diperhatikan adalah terlalu dekatnya posisi pemerintah dan pelaku bisnis. Bambang menilai perlunya jarak antara kedua belah pihak untuk berjalannya fungsi dengan benar.

“Bukan berarti harus musuhan dan kemudian dijauhkan, tapi intinya kalau sudah campur seperti juga susah untuk bisa kami menjalankan fungsi pemerintahan secara baik dan tetap friendly kepada bisnis,” paparnya.

Bambang memastikan keseriusan pemindahan ibu kota, seiring dengan restu dari Presiden Jokowi. Kajian terlebih dahulu akan dibuat dengan sangat komperhensif sehingga bisa melahirkan sebuah keputusan, baik diterima maupun ditolak.

“Kami ingin supaya gagasan ini tidak hanya tinggal gagasan. Di Bappenas kami siapkan kajian yang komperhensif supaya ada pengambilan keputusan. Kadang-kadang orang enggak bisa ngambil keputusan, karena datanya enggak lengkap,” tandasnya. (mb/cnn indonesia)

News Feed