Uji Coba Penerbangan Kedua Pesawat N-219, Begini Hasilnya

Metrobatam, Bandung – PT Dirgantara Indonesia kembali melakukan uji terbang (flight test) pesawat N-219 di Landasan Pacu Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Rabu (23/8). Uji coba kedua tersebut dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke-41 PT DI.

Dalam acara tersebut hadir Kepala LAPAN beserta Direktur Jenderal dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Ristek Dikti, dan Kementerian BUMN.

Pada uji coba penerbangan kedua ini, pesawat karya anak bangsa ini lepas landas pukul 09.03 WIB. Pesawat kembali sekitar pukul 09.34 WIB. Kapten Esther Gayatri Salih kembali menjajaki pesawati tersebut untuk kedua kalinya. Ia ditemani Kapten Adi Budi Atmoko saat lepas landas.

Usai mendaratkan pesawat, Esther langsung disambut para kru dan juga tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan itu ia menuturkan, pada terbang kali kedua ini, semua berjalan dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Poin untuk tes yaitu air speed kalibrasi itu berjalan dengan baik, lalu kami juga coba stability enter troll itu juga kita dapat data dan rasanya kembali ke semuanya ya bagus. Terus kaya radar input untuk pertama kali seperempat radar kanan dan kiri bagus reaksinya, dan saya merasa cukup. Kita lihat simulasi landing lagi, setelah itu saya turun,” kata Esther.

Sebelum dapat digunakan untuk keperluan komersial, pesawat N-219 harus menjalani 300 jam tes. Menanggapi itu, Esther menuturkan, ‎ia beserta kru akan kembali menganalisis untuk melihat seberapa cepat akan kemabli melakukan tes.

“Hopely so far kalau lihat keadaan dua flight ini kita nanti dapat data, nanti kita analisis lagi, seberapa cepat kita akan melanjutkan. Tapi tentunya ada catatan-catatan yang perlu kita cermati,” ucapnya.

Dari penerbangan kedua ini, Esther menyebutkan ada beberapa catatan-catatan hasil tes penerbangan N-219. Ia menyebutkan catatan tersebut berupa hal teknis untuk dapat dianalisis agar dapat segera dimaksimalkan.

‎”Ya karena ini baru penerbangan kedua, we dont expect to much, ya jadi memang kita lagi collect data. Kita akan analisis, kita akan rapatkan, lalu kita akan tentukan terbang ketiga keempat dan seterusnya memang DGCA memberikan slot 20 jam pertama untuk prototipe flight, kita mau memaksimalkan 20 jam pertama ini. Apa saja data dan invrotment yang bisa kita dapatkan,” jelasnya.

Sementara itu Dirut PTDI Budi Santoso menuturkan, meski baru melakukan dua kali uji tes, pesawat N-219 sudah banyak yang ingin memesan.

“Banyak yang sudah mau beli, cuman balik lagi ya, saya ingin setelah ini ya. Tapi saya belum berani sampai mengatakan kontrak. Kontrak ini harus saya yakin pesawatnya apa yang akan saya delivery, ini kan masih perlu tes dan perbaikan‎. Tapi yang selalu telefon saya, untuk ingin jadi first costumer itu ada beberapa airlines, namun saya perlukan launching customer yang mau membeli 50 pesawat,” jelasnya.

Ia menuturkan dalam target penjualannya, ia bakalan memasarkan ke dalam negeri terlebih dahulu. Karena menurutnya, pasar di Indonesia pun masih memerlukan.

“‎Semua itu target kita dalam 5 tahun ke depan masih dalam negeri, setelah itu kita baru kita ke negara-negara lain,” ucapnya.(mb/okezone)

Pos terkait