Gubernur dan Mensos Minta Warga Bali Tenang Hadapi Erupsi Gunung Agung

Metrobatam, Jakarta – Menghadapi erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Bali tetap tenang. Mereka meminta warga Bali untuk mengikuti prosedur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saya harapkan kepada semua warga masyarakat di Bali, khususnya warga Karangasem untuk tetap tenang dan waspada menghadapi terjadinya erupsi Gunung Agung,” kata Mangku Pastika, Minggu (26/11) dikutip dari Antara.

Bacaan Lainnya

Gubernur menambahkan bahwa meletusnya gunung api adalah peristiwa alam yang tak bisa dihindari, namun masyarakat harus tetap tanggap dan waspada. Masyarakat yang ada di zona kawasan rawan bencana (KRB) harus patuh terhadap larangan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk mengungsi.

“Warga yang ada di zona KRB, terutama KRB III harus tetap di pengungsian untuk menghindari terjadinya korban jiwa letusan Gunung Agung,” katanya.

Terkait situasi terkini Gunung Agung, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan PVMG, Badan Geologi ESDM, dan instansi terkait lainnya.

“Saat ini memang status Gunung Agung masih level Siaga (III). Namun demikian seiring dengan kepulan asap yang semakin besar dan tinggi, saya akan segera melakukan evaluasi bersama instansi terkait,” ujarnya.

Gunakan Masker

Di tempat terpisah Mensos meminta masyarakat supaya menggunakan masker untuk mengantisipasi adanya debu vulkanis yang disebabkan meletusnya Gunung Agung di Bali.

“Saya mengimbau kepada masyarakat khususnya yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggunakan masker menyusul adanya letusan Gunung Agung tersebut,” katanya saat dikonfirmasi di Mojokerto pada Minggu (26/11) malam.

Pihaknya sudah menghubungi Kepala Dinas Sosial NTB supaya menyediakan masker sebanyak-banyaknya untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.

“Dan meminta kepastian supaya masyarakat mau menggunakan masker terkait dengan letusan gunung ini,” ucapnya.

Selain kepastian menggunakan masker, Khofifah juga meminta dilakukan kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat evakuasi untuk masyarakat setempat.

“Pastikan tempat evakuasi supaya masyarakat bisa lebih mudah untuk menjangkaunya dan tidak mengalami kesulitan saat proses evakuasi berlangsung,” ujarnya.

Pada dasarnya, lanjut dia, dulu di kantor balai kota disiapkan untuk evakuasi, tetapi masyarakat enggan masuk, hingga pihaknya memasang spanduk yang bertuliskan kalau lokasi tersebut bisa digunakan sebagai tempat evakuasi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial NTB supaya kalau kantor-kantor pemerintahan yang digunakan untuk evakuasi lokasinya agak masuk, maka di depannya diberikan penanda yang intinya masyarakat bisa masuk dan menggunakannya untuk tempat evakuasi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, perlu dibuatkan surat keputusan (SK) darurat yang dikeluarkan Gubernur NTB, sedangkan Gubernur Bali sudah mengeluarkan SK itu.

“Saya sudah berkomunikasi dengan bupati-bupati yang wilayahnya berdampak langsung dengan Gunung Agung Bali, terkait dengan hal itu,” ujarnya.(mb/cnn indonesia/okezone)

Pos terkait