Geger Video Porno Siswa-siswi di Semarang, Polisi akan Periksa Pemeran

Metrobatam.com, Semarang – Video mesum diduga dilakukan siswa SMP negeri dan siswi SMK negeri di Kabupaten Semarang beredar luas. Polisi akan memanggil para pemeran dalam video itu.

“Rencana kita panggil semua. Nantinya sesuai dengan prosedur hukum untuk terduga pelaku, pemeriksaan akan didampingi dari Bapas,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana, Jumat (19/1).

Bacaan Lainnya

Rencananya mereka akan diperiksa pekan depan. Mengingat terduga pelaku masih di bawah umur, nantinya dalam pemeriksaannya akan didampingi petugas dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Sebagaimana diketahui video porno berdurasi 3 menit tersebut diduga dilakukan siswa SMP Negeri dan siswi SMK Negeri di wilayah Kabupaten Semarang.

Video yang dibuat pada tahun 2017 tersebut, diduga sempat beredar luas di kalangan pelajar pada bulan Desember 2017. Atas kejadian tersebut, baik siswa SMP maupun siswi SMK telah mengundurkan diri dari sekolahnya masing-masing. Kini kasus video porno tersebut masih dalam penyelidikan Polres Semarang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Setelah itu, dia memanggil kepala SMP dari siswa.

“Setelah kami panggil kepala sekolah, kami menerima penjelasan anak tersebut beberapa kali mendapatkan pembinaan dari sekolah. Sudah dibina, didampingi program keagamaan setiap hari membaca Asmahul Husna,” tuturnya, Kamis (18/1).

“Harapan kami anak tersebut nantinya bisa melanjutkan di Kejar Paket B demi masa depannya,” pungkas Taufiq.

Polisi akan Cek Lokasi Pembuatan Video Porno

Polisi menyelidiki video porno yang diperankan siswa dan siswi di Kabupaten Semarang. Lokasi pembuatan video itu juga akan dicek oleh polisi.

“Mereka telah kami mintai klarifikasi, kemudian kami juga sudah melakukan pengecekan lokasi diduga untuk pembuatan video tersebut,” kata Andi.

Kemudian, pada minggu depan akan memanggil semua untuk dimintai keterangan. Mengingat untuk terduga pelaku masih di bawah umur, nantinya dalam pemeriksaan sesuai peraturan yang berlaku akan didampingi petugas dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Rencana kita panggil semua. Nantinya sesuai dengan prosedur hukum untuk terduga pelaku, pemeriksaan akan didampingi dari Bapas,” tuturnya.

detikcom telah mewawancarai kepala sekolah dari salah satu sekolah yang siswanya diduga ada dalam video itu. Untuk melindungi identitas siswa yang diduga menjadi pemeran, nama sekolah terkait tidak disebutkan.

“Kami mengetahui adanya video tersebut saat masuk setelah libur sekolah. Kemudian, kami panggil orang tua yang bersangkutan untuk datang di sekolah,” kata si kepala sekolah.

Meskipun video itu direkam di luar sekolah, kepala sekolah itu menyatakan apa yang dilakukan siswa tersebut merupakan pelanggaran berat.

“Pada tanggal 15 Januari 2018, yang bersangkutan mengundurkan diri dari sekolah,” tutur si kepala sekolah. (mb/detik)

Pos terkait