Kepolisian Ingatkan Paslon dan Timses Tak Lakukan Ujaran Kebencian di Pilkada 2018

Metrobatam, Pangkalpinang – Kapolda Bangka Belitung Brigjen Syaiful Zachry, melalui Kabid Humas AKBP Abdul Mun’im, mengingatkan kepada seluruh pasangan calon beserta tim sukses di Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 yang dilaksanakan di tiga tempat di sana yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupatan Belitung untuk tidak melakukan kampanye hitam dan ujaran kebencian (hate speech).

“Saya harap setiap masing-masing dari paslon dan tim suksesnya untuk tidak melakukan ujaran kebencian, menjelek-jelekan paslon lain. Sebab, setiap orang yang melakukan hate speech bisa diancam pidana sesuai Pasal UU ITE,” ujarnya saat dikonfirmasi Okezone di Pangkalpinang, Kamis 25 Januari 2018.

Read More

Ia menyampaikan bahwa ujaran kebencian bisa diancam pidana seperti tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, dan hinaan kepada individu atau kelompok.

“Tidak boleh ada bentuk provokasi, hasutan, dan hinaan dalam hal aspek seperti SARA yakni ras, warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan agama, dan lain-lain,” tegas Mun’im.

Terhadap pelaku ujaran kebencian, lanjutnya, dapat dipidana sesuai Pasal 28 Ayat (1) dan (2) serta Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan ancaman paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.

Selain melanggar UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, pelaku ujaran kebencian juga bisa disangka melanggar KUHP, yaitu Pasal 156; Pasal 157 Ayat (1) dan (2); Pasal 310 Ayat (1), (2), dan (3); Pasal 311 Ayat (1); serta UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis; Pasal 16 yang ancaman pidananya paling lama 5 (lima) tahun dan denda maksimal Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah),” jelasnya.

“Kita berharap baik paslon, timses, dan masyarakat tidak menyebarkan ujaran kebencian, berita hoax yang dapat memecah belah demokrasi kita. Kepada seluruh elemen yang ikut serta menyukseskan pilkada di mana pun berjalan dengan aman dan damai. Jauh dari kekerasan, di mana demokrasi kita harus dilaksanakan dengan cara yang bermartabat,” tandasnya. (mb/okezone)

Related posts