Densus Tangkap Terduga Teroris Pemilik Ramuan Kimia di Solo

Metrobatam, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris HS (51), di Pasar Kliwon, Solo, Minggu (4/2) siang.

“Tadi siang telah dilaksanakan penangkapan tersangka atas nama HS, diikuti oleh penggeledahan rumahnya,” kata Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai, di Solo, Minggu (4/2).

Read More

HS tercatat sebagai warga Mipitan RT 07/RW 12, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Pada penggeledahan di rumah tersangka, ungkap Andy, Tim Densus 88 menyita sejumlah barang bukti, di antaranya ponsel, KTP, stik pemukul, dan baterai.

Selain itu, ada pula buku dan kertas yang berisi sejumlah petunjuk atau cara meramu bahan kimia. Ia sendiri tak menjelaskan lebih lanjut soal jenis bahan kimia tersebut.

“Selain mengamankan terduga teroris, Densus 88 Mabes Polri juga membawa seluruh barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersangka guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Disinggung mengenai keterlibatan HS pada jaringan teroris di Temanggung beberapa waktu lalu, Andy enggan menjelaskan lebih rinci. “Lebih jelasnya agar dijelaskan Densus,” kilahnya.

Andy mengatakan, dalam penangkapan ini pihaknya hanya dimintai bantuan pengamanan pada proses penggeledahan tersebut.

Sebelumnya, proses penggeledahan dan penangkapan tersebut sempat menggemparkan warga sekitar rumah HS. Terlihat ratusan warga langsung memenuhi akses jalan karena ingin menyaksikan proses penggeledahan di rumah terduga teroris tersebut.

Kepada wartawan, mertua HS, Sulipah, mengatakan tidak menyangka jika anak menantunya itu terlibat dalam jaringan terorisme. Menurut dia, aktivitas keseharian HS tidak ada yang mencurigakan. “Seperti biasa saja. Saya benar-benar kaget dan tidak menyangka,” katanya.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap empat orang terduga teroris di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (1/1). Keesokan harinya, kepolisian memulangkan dua di antaranya, yakni Lukman alias Toro dan Zaenal, karena tidak menemukan cukup bukti keterlibatannya.

Terkait Ledakan Sragen

Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di Pasar Kliwon, Solo, dan Karanganyar, pada Minggu (4/2). Mereka disebut punya kaitan dengan kelompok teroris di Sragen, Jawa tengah.

“Benar dilakukan penangkapan terduga teroris di sekitar Pasar Kliwon, Solo. Ada tiga orang yang diamankan sementara,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, di Karanganyar, Minggu (4/2).

Tiga terduga teroris itu antara lain, pertama, EM alias E (39), warga Gondangrejo, Karanganyar. Ia ditangkap di tempat kerjanya di Nogosari, Boyolali.

Kedua, S alias M (33), warga Gondangrejo, Karanganyar. Ia ditangkap di sekitar rumahnya. Ketiga, HS alias R (48), warga Pasar Kliwon, Surakarta. Dia ditangkap di sekitar Jl. Semanggi, Pasar Kliwon.

“Dalam penangkapan tersebut tidak ada perlawanan dari terduga teroris,” ujar Condro.

Menurut Condro, tiga terduga teroris itu ditangkap terkait dengan pengembangan kasus ledakan di Dukuh Dempul, Desa Ngembatpadas, Kec. Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

“Bahwa tiga orang tersebut terkait pengembangan ledakan di kontrakan Saudara Sugiyono,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bom meledak di toko vulkanisir ban bekas milik Sugiyono, di Sragen, 18 Desember 2016. Kepada warga, pemilik toko mengaku bahwa itu ledakan tabung gas 3 Kg.

Ketika itu, Densus 88 AT Polri kemudian menangkap tiga orang, termasuk Sugiyono, sekitar dua bulan kemudian. (mb/cnn indonesia)

Related posts