FAO Sebut Asia Tenggara Sebagai Pusat Penyalahgunaan Antibiotik

Metrobatam, Jakarta – Masalah bakteri yang semakin kebal terhadap obat di dunia didorong karena orang-orang ceroboh memakai antibiotik. Mulai dari menggunakan antibiotik untuk keluhan ‘sakit ringan’ hingga pada hewan ternak untuk mendorong pertumbuhannya.

Terkait hal itu Badan Pangan dan Pertanian Persatuan Bangsa-bangsa (FAO) menyebut kawasan Asia Tenggara sebagai pusat penyalahgunaan antibiotik. Ketua Dokter Hewan FAO Juan Lubroth mengatakan pertumbuhan populasi yang pesat di Asia Tenggara jadi satu faktor pendorong penyalahgunaan antibiotik untuk memenuhi kebutuhan pangan yang tinggi.

Read More

“Di sini di Asia Tenggara… kami menganggapnya sebagai hotspot karena pertumbuhan populasi, arus urbanisasi, dan tingkat produksi makanan,” kata Lubroth seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/2).

Laporan terbaru oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) melihat bahwa ada sekitar 500.000 kasus orang yang terinfeksi bakteri kebal obat di 22 negara. Beberapa di antaranya termasuk kasus infeksi penyakit yang mematikan.

“Beberapa penyakit umum paling berbahaya di dunia saat ini sudah resistan obat,” kata Direktur Sekretariat Resistansi Antimikrobial WHO Marc Sprenger.

Ekonom Jim O`Neill pada tahun 2016 lalu memperkirakan bahwa resistansi bakteri akan menyebabkan kerugian sekitar 100 triliun dolar pada tahun 2050 bila terus dibiarkan. Kerugian tersebut mencakup juga 10 juta kematian akibat infeksi bakteri kebal obat dalam jangka waktu 35 tahun mendatang.

“Sekitar 90 persen dari kematian akan terjadi di negara berkembang dan itu cukup mengerikan,” pungkas Lubroth. (mb/detik)

Related posts