Kementrian PUPR Segera Perbaiki Venue yang Rusak di GBK

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono segera memperbaiki sejumlah venue yang rusak. Salah satunya kawasan perkampungan atlet yang sempat menggenang.

Test event Asian Games 2018 yang berlangsung 8 sampai 15 Februari kemarin menyisakan sejumlah catatan. Tidak hanya dari penyelenggaraan namun juga soal venue yang dianggap belum sempurna.

Read More

Respons atas hal tersebut, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menggelar rapat koordinasi evaluasi persiapan penyelenggaraan Asian Games. Rakor dihadiri sejumlah kementerian terkait dan panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) di Wisma Serba Guna, Senayan, Senin (19/2).

JK menyebut dari hasil evaluasi venue di GBK di Senayan hampir seluruhnya rampung namun ada beberapa catatan. Hal itu diamini oleh Basuki.

“Hasil test event ada hujan yang tinggi dan di kampung atlet parkir dan corn box akan dibongkar serta diperbaiki, ada beberapa genangan juga. Tapi itu bukan dari kawasan dari dalam wismanya tetapi dari luar, kebocoran di lantai 5 kontingen Indonesia tidak dimatiin krannya jadi luber,” tutur Basuki kepada para wartawan.

“Sementara untuk korsleting basket memang belum selesai dan panel listriknya memang yang sementara dalam rangka penyelesaian proyek jadi sudah dipakai sehingga lebih diperbaiki. Kesatuan kerja dan PPK kami sudah memonitor di wisma maupun GBK,” lanjutnya.

Selain itu, Basuki juga menyoroti soal arena lompat jauh dan lompat jangkit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang jarak dengan papan iklan terlalu dekat, sehingga dapat membahayakan para atlet dan petanding.

“Kami akan segera diperbaiki, pasti akan dibicarakan dengan dan bicarakan lagi dengan Olympic Council of Asia,” tutupnya.

Kita Bayar Tanpa Menawar

Panitia Piala Presiden akan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat final Piala Presiden 2018. Panitia akan membayar seluruh biaya yang dikeluarkan.

“Panitia bertanggung jawab 100 persen apa pun kerusakannya. Kita akan bayar tanpa menawar,” kata Ketua Panitia Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait dalam jumpa pers di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (19/2).

Maruarar menjelaskan panitia sejak awal sudah berupaya maksimal menjaga situasi tetap kondusif. Puluhan ribu personel Polri dan TNI yang diterjunkan pun, menurut dia, sudah maksimal menjalankan tugas. “Kita sudah coba melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Maruarar mengatakan pihaknya sudah memberikan uang jaminan Rp 1,5 miliar kepada pengelola SUGBK untuk biaya perbaikan.

Sebelumnya, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks SUGBK, Winarto, menyebut biaya perbaikan SUGBK yang rusak, termasuk bagian taman, sekitar Rp 150 juta. Perbaikannya butuh waktu sekitar 10 hari. (mb/detik)

Related posts