Media Dibatasi di Acara Berkelas Internasional, Wartawan Kecewa dengan Pemko Bukittinggi

Wartawan Mingguan Zul Kulipah (Foto :Ist)

Metrobatam.com, Bukittinggi – Tampaknya karya Jurnalis dan Wartawan yang meliput acara obor Asian Games yang melintas di kota wisata Bukittinggi tidak ada mendapat perhatian dari Pemko Bukittinggi sebagai mitra, ini menjadi  sorotan tajam dari berbagai awak media yang bertugas di lapangan, untuk mengharumkan nama Pemko itu sendiri dengan fasilitas yang dibatasi oleh pihak Pemko Bukittinggi.

Kabag Humas Pemko Bukittinggi Yulman yang dikonfimasi awak media ini menyebutkan,  dalam peliputan di lapangan Wartawan dibekali tanda pengenal atau Kokarde permedia dan untuk transportasi dan konsumsi kita tidak ada anggaran, dinas Pariwisata yang menjadi leading sektornya.

Bacaan Lainnya

Hal senada di tempat terpisah juga diungkapkan Erwin Umar, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang dihubungi via ponselnya menyebutkan “fasilitas yang diberikan kepada wartawan atau awak media yang meliput difasilitasi transportasi dari dinas.

Yanti, salah seorang Wartawan dari Harian Singgalang sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap Pemko Bukittinggi yang mengabaikan mitra kerjanya Wartawan, yang meliput acara yang berkelas Internasional ini.

“Meskipun tidak ada anggaran, apa salahnya kebijakan Pemko untuk memfasilitasi media, masa untuk memperbanyak Kokarde saja permedia hanya mendapat satu saja, emang media yang lain tidak diberi kesempatan meliput, masa pihak Humas tidak mampu memperbanyak, harapan kita, agar Kota Bukittinggi biar dikenal dunia dan orang yang datang dapat meninggalkan kesan positif,”tegas Yanti.

Di tempat terpisah Zul Kulipah dari media mingguan juga menambahkan,”sangat memprihatinkan nasib wartawan yang meliput acara yang bergengsi ini, kita wartawan di Bukittinggi sudah banyak dilecehkan oleh Pemko, saya sudah kontak Kadis Pariwisata masalah atribut yang dipakai Wartawan, katanya, hanya meminta ma’af tidak teringat dengan rekan media, mungkin dilain waktu dan acara lain kita akan memfasilitasi Wartawan”.

“Sebelumnya acara yang dikemas, sudah sebulan sebelumnya panitia acara tidak pernah melaksanakan jumpa pers dan sosialisasi kepada masyarakat melalui media, dan rundown/susunan kegiatan acara. Pemko Bukittinggi tidak memberitahukannya kepada media yang akan bertugas di lapangan, sehingga banyak warga tidak mengetahui acara  dan banyak warga terjebak macet saat api obor tiba di Kota Bukittinggi.”tutupnya.

(Rudi Arnel)

Pos terkait