Toko Es Krim Jadi Tempat Prostitusi Anak, KPAI Akan “Turun Tangan”

Metrobatam, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan “turun tangan” untuk melakukan pendalaman terkait dengan ditemukannya Toko Es Krim yang dijadikan tempat prostitusi anak di di Kompleks Pertokoan MMTC, Jalan Slamet Ketaren, Medan Estate, Deliserdang, Sumatera Utara.

“KPAI akan dalami dan meminta kepolisian mengembangkan pemeriksaan pada pemilik tempat yang pasti dewasa dan mengetahui seluk beluk tempat tersebut,” kata Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah, kepada Okezone, Jakarta, Rabu (15/8).

Bacaan Lainnya

KPAI, kata Ai, akan meminta bantuan Kepolisian untuk mendalami apakah di tempat yang diduga dijadikan tempat prostitus anak itu mengarah pada eksploitasi anak-anak.

“Harus didalami dulu tempat tersebut apakah ada bukti mengarah pafa pesta seks anak, prostitusi anak atau eksploitasi seksual anak-anak,” tutur Ai.

Disisi lain, terkait proses hukumnya, Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan telah menetapkan status tersangka kepada dua orang pemilik toko es krim Garden di Kompleks Pertokoan MMTC, Jalan Slamet Ketaren, Medan Estate, Deliserdang, Sumatera Utara.

Keduanya adalah SW dan JL. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah Polisi menggerebek toko es krim mereka, dan menemukan praktik bisnis hiburan malam berbau prostitusi anak di lantai 2 toko tersebut pada Sabtu 11 Agustus 2018 kemarin.

Sebelumnya, polisi menggerebek sebuah ruko berlantai tiga yang dijadikan sebagai tempat hiburan malam. Sejumlah anak-anak ikut diamankan dalam penggerebekan itu. Namun, belakangan mereka dipulangkan.

Di lokasi tersebut, tersedia sebuah ruangan seperti hall untuk berjoget, lengkap dengan sound system dan lampu diskonya. Pemilik ruko pun memungut biaya masuk Rp10.000 per orang dan setiap pengunjung mendapatkan sebotol air mineral.

Untuk menutupi kedok tempat hiburan malamnya itu, pemilik toko membuka toko es krim di lantai 1 ruko tersebut.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira menerangkan, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwasanya lantai 1 toko digunakan untuk berjualan ice cream sedangkan lantai 2 dijadikan lokasi diskotek.

“Informasinya ada tempat yang disediakan oleh pemilik ruko yang sering digunakan untuk seks bebas, penjualan narkoba, miras dan tempat hiburan khusus buat anak anak dibawah umur,” kata AKBP Yudha.

Kemudian Polrestabes Medan menindak lanjuti informasi tersebut dengan cara merazia ruko tersebut dan ternyata benar adanya ditemukan anak-anak dibawah umur yang berada ditempat hiburan tersebut.

Petugas juga sempat melakukan tes urine terhadap pengunjung dan pegawai diskotek tersebut. Setelah dilakukan tes urine ternyata 4 orang positif menggunakan narkoba. (mb/okezone)

Pos terkait