Sekeluarga Tewas di Samosir, Pelakunya Diduga Ayah Sendiri karena Mabuk Berat

Metrobatam, Samosir – Kepolisian Resort Samosir, Sumatera Utara (Sumut), menggelar ekspose atas sekeluarga tewas dalam rumah, James Samosir (30)/kepala keluarga, istrinya Rosalina Gultom (30) serta putrinya Raulina Agnes Samosir (5) dan putranya Fransiskus Esodorus Samosir (2), penduduk Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumut, yang ditemukan Rabu 24 Oktober 2018 lalu.

Wakapolres Samosir Kompol Rosmana menerangkan, empat orang tewas sekeluarga, pada Rabu lalu sekira Pukul 10.00 WIB itu ditemukan oleh tetangga dan aparat Desa Tambun Sungkean, Onan Runggu, Samosir.

Read More

Barang bukti yang diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP), sebilah parang bergagang kayu ukuran lebih 30 sentimeter (cm), berlumuran darah, tersarung dan tergantung di dinding dapur dekat James Samosir ditemukan tewas. Satu buah botol merek gromoxson, ditemukan berada di kamar tidur.

Kemudian, sambung Wakapolres Samosir, sepotong kayu broti ukuran kurang-lebih 100 cm, ada bercak darah ditemukan terletak di tubuh Fransiskus Isodorus Samosir (2). Selimut dan pakaian yang berlumuran darah yang sudah kering. 1 buah gelas kaca yang berisikan cairan warna putih dan 1 buah cangkir warna biru berisi cairan putih ditemukan dikamar nomor 2.

“Dugaan kronologi kejadian, bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan satu keluarga dengan identitas, James Samosir (30), istrinya Rosalina Gultom (30) serta putrinya Raulina Agnes Samosir (5) dan putranya Fransiskus Esodorus Samosir (2),” ujar Wakapolres Samosir.

Hasil autopsi, terang Wakalpores Samosir, korban Rosalina Gultom, Rauli Agnes Samosir dan Pransiskus Esodorus Samosir, diduga meninggal akibat retak tengkorak kepala, sedangkan James Samosir meninggal akibat bunuh diri, dengan cara meminum racun merk Gramoxone dan menyayat pergelangan tangan sebelah kiri.

“Menurut keterangan masyarakat sekitar, hubungan rumah tangga korban 6 bulan terakhir sudah tidak harmonis, yang ditandai dengan istri korban bersama dengan anaknya sering pergi dan menginap di rumah orangtua korban Rosalina Gultom,”sebut Wakapolres Samosir.

Pekerjaan James Samosir semasa hidupnya, jelas Wakapolres Samosir, penderes tuak (nira). Dan hasil penjualan tuak tersebut, selalu diterima korban Rosalina Gultom. Kondisi fisik korban Rosalina Gultom, adalah cacat (tunawicara/bisu).

“Tidak tertutup kemungkinan, pelaku penganiyaan yang mengakibatkan meninggal Rosalina Gultom, Rauli Agnes Samosir dan Pransiskus Esodorus Samosir, adalah James Samosir,” ungkap Wakalpores Samosir, dalam konfrensi Pres di Mapolres Samosir di Pangururan.

James Samosir, lanjut Wakapolres Samosir, terlebih dahulu melakukan penganiyaan terhadap istri dan ke-2 anaknya dan selanjutnya James Samosir melakukan upaya bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan sebelah kiri dengan menggunakan pisau yang telah tergantung di dapur rumah James Samosir.

“Hal tersebut dipicu oleh sakit hati James Samosir terhadap istrinya yang sering meninggalkan rumahnya dan tinggal di rumah orangtua atau kakaknya beserta membawa anak-anaknya. Dan tidak tertutup kemungkinan, sebelum melakukan pembunuhan, James Samosir sudah dalam kondisi mabuk alkohol jenis ‘Tuak’,” pungkasnya. (mb/okezone)

Related posts