Disebut Kacang Lupa Kulit, Agnez Mo: Aku Tidak Bisa Pilih DNA

Metrobatam, Jakarta – Ucapan Agnez Mo soal tidak berdarah Indonesia menuai kontroversi. Namun penyanyi 33 tahun tersebut menolak disebut sebagai kacang yang lupa kulitnya.

Lahir dan besar di Indonesia, Agnez Mo mengaku begitu mencintai Tanah Air. Ia mengungkapkan tidak mungkin melupakan Indonesia setelah saat ini melanjutkan karier di Amerika Serikat.

“Aku tidak bisa memilih darah atau DNA, tetapi aku selalu MEMBELA untuk negara saya, SELALU, dan TIDAK ADA yang bisa mengambilnya dari saya,” tulis Agnez melalui akun @agnezmo.

Agnez Mo kesal dengan pihak yang memotong dan video wawancaranya dengan Build Series by Yahoo. Ia meminta publik untuk menyaksikan video secara utuh.

“Belajarlah untuk menonton semuanya bukannya mencuplik hal-hal di luar konteks,” ungkapnya.

“Untuk orang-orang yang mendukungku, aku menyayangi kalian. Untuk orang-orang yang ingin salah paham, aku menyayangi dan memaafkan kalian,” tutup Agnez Mo.

Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta pernyataan penyanyi Agnes Monica atau kini dikenal Agnez Mo meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Wakil Ketua Fraksi PPP DPR Nurhayati Monoarfa mengatakan meminta maaf adalah cara terbaik agar seluruh masyarakat tidak geram berkepanjangan setelah pernyataan itu.

Nurhayati pun berharap Agnez Mo segera menyadari kesalahan dalam pernyataan yang telah disampaikan. Pasalnya pernyataan Agnez Mo sangat menyinggung perasaan masyarakat Indonesia.

Menurut dia, Agnez Mo sebagai figur publik seharusnya berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan dan tidak melupakan Indonesia.

“Seharusnya, dia tidak lupa di mana dia lahir, memulai karier hingga bisa go international. Masa tidak tahu diri seperti itu. Kehidupan yang layak dia dapat di Indonesia, ketenaran dia dapat di Indonesia, rezeki juga dia dapat di Indonesia, tapi lupa sama Indonesia,” tuding Nurhayati.

Merespons kegaduhan warganet atas pernyataan Agnez Mo, Ahli genetik menyebut tidak ada gen murni Indonesia. Peneliti genetika Molekul dari lembaga Eijkman, Herawati Supolo Sudoyo menjelaskan kalau orang Indonesia tidak benar-benar berasal dari Indonesia.

“Tidak ada gen murni Indonesia. Kita merupakan pencampuran genetika dan semua berasal dari Afrika,” kata Herawati saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).

Setidaknya ada empat gelombang migrasi manusia yang melintasi kawasan nusantara yang berkontribusi membentuk manusia Indonesia. Gelombang dan jalur perjalanannya berbeda, tapi asal usulnya tetap dari Afrika yang merupakan asal usul manusia modern atau Homo Sapiens.

Hal serupa juga diungkap sejarawan Universitas Nasional (UNAS), Andi Achdian. Menurutnya, pernyataan “darah Indonesia”, tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek saja. Lebih lanjut, menurutnya istilah pribumi tidak bisa dikerucutkan pada satu golongan saja.

“Banyak tokoh warga keturunan yang lahir di Indonesia dan menjadi tokoh penting terbentuknya Indonesia. Jadi bangsa ini bukan cuma satu kelompok. Tapi terdiri dari beragam pihak, Belanda ada, Indo ada, Arab ada. Yang membentuk orang Indonesia,” tuturnya kembali. (mb/detik/cnn indonesia)

Loading...

Related posts