oleh

Pemprov Aceh Minta Warung Kopi Tutup, Warga Jakarta Terbelah antara yang Takut dan Tidak

Metrobatam, Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Aceh meminta sejumlah tempat berkumpul warga seperti warung kopi untuk ditutup sementara. Penutupan ini terkait dengan antisipasi penyebaran virus corona di Aceh, terutama di ibu kota Banda Aceh. Sementara warga Jakarta terbelah antara yang takut dan tetap berkerumun.

“Bagi pelaku usaha tempat keramaian, warung kopi, cafe dan sarana hiburan kita minta tutup sementara. Yang melanggar akan dilakukan proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah kemarin di Banda Aceh.

Menurut Nova, Covid 19 telah mewabah ke Indonesia, sehingga perlu mendapat penanganan serius agar virus tersebut tidak meresahkan masyarakat Aceh.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta petugas Satpol PP agar mengawal instruksi pemerintah, untuk menutup sementara waktu tempat-tempat keramaian di Banda Aceh.

“Kita juga di-backup oleh polisi, TNI, dan segenap unsur yang tergabung dalam Forkopimda,” katanya.

Penutupan itu diberlakukan mulai kemarin guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Penutupan tempat keramaian mulai malam ini sejak dikeluarkan instruksi,” kata Aminullah kemarin.

Hingga saat ini secara nasional jumlah pasien positif corona berjumlah 514 orang. Sebanyak 29 di antaranya sembuh dan 48 meninggal dunia. Di Aceh sendiri belum tercatat ada pasien positif corona.

Warga DKI yang Terbelah

Sementara Pemprov DKI Jakarta menyerukan dengan keras untuk warga ibu kota setop berkerumun. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut adalah hal mutlak tiap warga menjaga jarak, mengambil peran penting pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Sejumlah kelurahan di Jakarta melaksanakan instruksi Anies dengan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat di tiap-tiap permukiman. Meski ada sejumlah kegiatan berkerumun yang dibatalkan dan ditunda, namun sebagian lain warga ibu kota membandel.

Lurah Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Azhari menyatakan setidaknya dalam sepekan ke depan telah membatalkan tujuh acara resepsi pernikahan warga. Dari jumlah itu, kata Azhari, empat di antaranya di GOR samping Kantor Kelurahan Pengadegan.

“Tiga sisanya di permukiman warga,” kata Azhari lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).

Selain resepsi pernikahan, Kelurahan Pengadegan juga membatalkan dan menunda sejumlah acara perayaan Isra Mikraj yang rencananya akan dilaksanakan warga dalam pekan ini di sejumlah majelis dan masjid di Kelurahan Pengadegan. Pada Sabtu (21/3) malam, perangkat kelurahan juga telah mendatangi tempat-tempat game online atau warnet agar anak-anak pulang ke rumah.

“Mereka akhirnya mau pulang dengan sedikit paksaan,” kata Azhari.

Azhari menyatakan sejauh ini aparat kelurahan Pengadegan sudah melakukan sosialisasi kepada warganya untuk menghindari keramaian. Warga, kata Azhari, sebagian besar juga tak keberatan.

“Alhamdulilah masih mereka masih bisa diberikan pengertian. Semalam ada kegiatan 40 hari meninggal warga. Itu pun juga mereka bersedia menunda,” katanya.

Lain cerita di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Lurah Bidara Cina, Dadang Yudi Hartono mengakui sosialisasi soal bahaya Covid-19 sudah gencar. Salah satunya sosialisasi kepada warga dengan berkeliling menggunakan toa (pengeras suara).

Namun demikian, kata Dadang, tak semua warga menaati imbauan. Warga masih senang berkerumun, membandel, misalnya dengan mengadakan acara Isra Mikraj.

“Kayak Isra Mikraj tadi dari semalem sampe Subuh ada 1 titik RW 7 Tanjung Lengkong di masjid,” kata Dadang kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).

Sementara itu Ketua RW 17, Kelurahan Muara Baru, Jakarta Utara, Sudirman mengaku sudah menerima instruksi dari Lurah Muara Baru yang mengimbau agar warga bisa menghindari keramaian. Namun demikian, kata Sudirman, ia juga tak bisa memaksa jika ada warganya yang sudah menyebar undangan untuk menggelar resepsi pernikahan.

“Kalau ini (menunda resepsi pernikahan) enggak bisa soalnya undangannya dari jauh hari. Jadi enggak bisa. Kasian juga,” kata dia, kemarin.

Sudirman juga melihat sejauh ini sebagian besar warganya tak khawatir soal penyebaran corona. Sebagian besar warganya, kata dia, ramai beraktivitas seperti biasanya.

“Enggak ada yang takut segala. Itu masih pada keliaran semua warga di sini,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

News Feed